ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Papua di tengah-tengah kolonialisme, kapitalisme dan ancaman Pandemik corona Virus -19.

Bumi digoncangkan degan ledakan CORONA VIRUS atau COVID–19. Virus yang pertama kali meledak di Wuhan, salah satu wilayah bagian Tiongkok sejak akhir Desember 2019.

Ribuan korban meninggal dunia degan serangan virus ganas ini. Selang beberapa bulan kemudian Covid19 keluar menembus di beberapa negara.

Negara-negara yang paling parah terdampak covid19 adalah China degan jumlah lebih dari 80. 000 kasus dan Italy dengan jumlah 81.000. Amerika Serikat dilaporkan menduduki perigikat paling tertinggi degan jumla penderita  covid-19 dikuti Spanyol, Jerman, Iran, Prancis, Swiss dll.

Adapun di indonesia, Pererintah kolonial– (penjajah)–indonesia sama sekali tidak serius mengatisipasi ledakan Virus ini.

Sebelum pandemik ini tembus di indonesia dan menelan ratusan korban, banyak sekali pernyataan konyol penuh lelucon dan tidak berguna di keluarkan oleh pejabat negara mulai dari kepala negara hingga bawahannya yang hanya menyepelehkan ancaman Covid-19.

Walapun covid-19 telah menelan korban di indonesia, pemerintah masih saja bersikap apatis, tidak peduli dan malah megambil kebijakan yang benar-benar jauh dari keselamatan rakyatnya. darurat kesehatan pun diperlakukan setelah covid-19 tersebar di seluruh indonedia.

Papua yang merupakan wilayah kolonial Indonesia  tidak terhindar dari serangan virus ini. Menurut data terbaru provinsi papua 8 april, pukul 17.00; 49 pasien positive corona, 5 sembuh dan 5 meninggal dunia, 3.084 Orang Dalam Pantauan (PPD) dan Pasien dalam pantauan (PDP) 54 orang.

Papua degan kesadaran rakyat yang amat terbatas, jumlah tenaga dokter yang kurang, perlengkapan medis yang minim serta rumah sakit yang tidak layak dihuni menunjukkan bahwa papua berada dalam ancaman serius dari Pandemik COVID-19.

Bisa di perkirakan dalam beberapa bulan kedepan berapa lagi penderita Covid akan bertambah? Berapa lagi jumlah orang yang akan meninggal dari serangan brutal Pandemik ini dan berapa lagi jumlah manusia papua yang tersisa akibat Civid-19?

Tidak bisa dipungkiri bahwa akar dari persoalan Pandemik Covid-19 di papua tidak terlepas dari keberadaan kolonialisme, kapitalisme atau imperialis dan militerisme sebagai anjing penjaga modal yang telah lama hadir dan terus menghancurkan rumah hidup rakyat papua hingga detik ini.

Sehinggga, tidak ada alasan istirahat sejenak untuk memberontak kalau hanya Covid19 menjadi alasan untuk kita harus tenang dirumah. teruslah bergerak maju, bergerak untuk menghentikan semua penjajahan diatas tanah air tercinta kita. Memutuskan mata rantai penindasan di Papua untuk mengakhiri penjajahan.

Salam Pemberontakan!
Hasta la Victoria siempre!

Jefry Wenda


Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top