ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

KEBERADAAN INDONESIA DI PAPUA HANYA KEPENTINGAN KEKAYAAN ALAM BUKAN MANUSIA PAPUA.

Penguasa kolonial indonesia melalui militernya TNI/POLRI yang diback up oleh imperialisme dan kapitalis terstruktur dan tersistematis hanya untuk  menindas dan menjajah rakyat papua.

Dalam pandagan kaca mata penguasa kolonial  Indonesia tidak sama sekali "NILAI" kemanusiaan terhadap Rakyat Papua, penguasa kolonial Indonesia merebut West Papua bukan dipentingkan manusia Papua Tetapi kepentingan  kekayaan alam papua.

Sehingga kekayaan alam papua sebagai alat untuk membunuh Rakyat Papua bagaikan "HEWAN LIAR" harga diri sebagai sesama Ciptaan_Nya terus diinjak-injak bagaikan "SAMPAH" kekayaan alamnya dieksploitasi kepada Kapitalis asing elit bisnis bersama para penguasa Indonesia sedangkan, Rakyat Papua sebagai Hak waris semakin minoritas diatas kekayaan susu dan madu.

Gedung Pengadilan dibuat untuk diadili Rakyat Papua,  Lembaga dibuat untuk tempat kurungan Rakyat Papua, gedung Militer TNI/POLRI dibangun tempat untuk membahas strategi kejahatan sedemikian rupa dan menyimpan dokumen kejahatan demi memusnakan Rakyat Papua dengan tujuan mengindonesiakan Rakyat Papua dan merebut Pulau Papua.

 Kesatuan TNI/POLRI Organik dan non Organik ada untuk membunuh Rakyat Papua, Senjata ada untuk menembak Rakyat Papua.  Gedung Rumah Sakit dibangun bukan untuk tempat penyembuhan tetapi tempat kematian Rakyat Papua

Sedikit demi sedikit angkah kematian lebih meningkat dibandingkan angkah kelahiran Rakyat Papua saat ini. Transmigrasi terus-menerus mendatangkan akhirnya Penduduk non Papua lebih tinggi dibandingkan penduduk pribumi West Papua.

Dengan kondisi saat ini, Dunia internasionl terus memantau kondisi di West Papua sedang darurat kemanusiaan. Dan dunia mengancam keras kepada penguasa Indonesia ketika melihat pelanggaran HAM di Indonesia Wilayah yang paling Timur sedang mengalami krisis kemanusiaan. Kini Indonesia ada dalam tekanan dunia Internasional, solidaritas dunia Internasional terus mendukung dukungan mengancam keras agar Indonesia hentikan kekerasan dan memberikan ruang se-bebas-besanya terhadap Rakyat Papua untuk memberikan Hak Politik Bangsa Papua agar Rakyat Papua menentukan Nasib sendiri melalui Referendum secara demokratis adil dan bermartabat. 

Dengan tujuan bahwa, penguasa kolonial  Indonesia keluar dari jebakan Pelanggaran HAM terbesar di mata dunia Internasional.

Ketika penguasa kolonial Indonesia menjawab permintaan Rakyat Papua tentu Dunia Internasional menghormati nilai-nilai Demokrasi yang sesungguhnya Indonesia anut sebagai dasar negara saat ini.

Untuk menghapus tindakan Militerisme di Papua,  Rakyat Papua tentu tidak harus diam dan menungguh kemerdekaannya datang dari dunia Internasional.
Rakyat Papua terus melakukan sesuatu untuk menjawab keinginan untuk Merdeka.
Istilahnya gunung dan pantai diucapkan oleh Penjajah Indonesia demi mempecah_ bela persatuan dan menghancur agenda perjuangan Papua Merdeka.  Kita satu, tujuan kita satu yaitu Papua merdeka
untuk itu,  tentu kita satu dan melawan penjajah kolonialisme Indonesia agar kemerdekaan akan terwujud umtuk menyelamatkan kekayaan sumber daya alam dan manusia papua dari ancaman Kolonialisme di Tanah Papua.

Di tulis oleh :Comamdante Agus Bahabol (aktivis HAM Papua)

03 Oktober 2019, Pukul 01: 48.



Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top