ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Perlemen Nasional West Papua (PNWP)
Fraksi Meepago

Seruan Darurat Kemanusian

1. Kepada Pemilik Negeri Leluhur yang terbuai dalam Badai Kemanusian. Sejak Perlakuan Ujaran kebencian Rasisme, Presekusi, Penangkapan, Penikaman dan Pemenjaraan (politik Penajajah Klonial) yang di alamatkan Penguasah (klonial) tehadap Rakyat Papua (Mahasiswa) Diluar Papua sampai seruan Gelombang Demostrasi Damai (Rakyat terjajah) dalam Melawan, “Budaya Rasisme dan Penjajahan yang berkepanjagan itu”. Justru Negara Bersama Kukuatan Penyongkong Merespon dan Merestui Aksi Massa Damai  (rakyat terjajah) dengan segudang dan Sejuta kejahatan Atas Nama Tuhan “ala Pancalia) yang Menjastifikasi secara masif lubang Pembantaian dan  badai kemanusian yang Menelang Ratusan Ribuan warga Sipil Orang Papua  yang di hujani Peluruh senapan Klonial Indonesia yang terus  mengakar dan tumbuh subur West Papua.

2. Gelombang kejahatan  Negara dan Penjajahan dibalik Demostrasi Damai rakyat Papua (di Papua dan Luar Papua) yang Menelang puluhan ribuan warga sipil Orang Papua termasuk Kriminalisasi, Penculikan, Penangkapan dan Pemenjaraan  diluar  nilai nilai Kemanusian yang Terjadi di akhi akhir ini dan selama ini adalah, Espresi Proses  Pendudukan Indonesia Di West Papua dan terbukti, Perkawinan Klonialisme Indonesia dan  West Papua yang terjadi 1960an adalah tidak sah, Tidak Demokratis yang hanya memaksa Papua hidup dalam ketika klonialisme indonesia demi menajalankan Misi Pembantaian dan Eksploitasi di west papua yang kaya Akan sumber totalitas eksitensinya.

3. Kisru di Deiyai dan beberapa Kota di Papua adalah satu dari sekian Pristiwa Kemanusian dan Pembantain yang di Lakukan Oleh Klonialisme Indonesia lewat Kekuatan Aparatus Negara yang Berwat Represif, Arogansi, Reaskinoer Anti Rakyat Papua dan  Demokrasi. Ini bukan hal baru lagi bahwa, serentetan kajahatan Negara sampai pengirimin militer (pendekatan Kemanan Kolonial) dalam jumlah yang besar ruak di Papua dari barak di akhir kahir ini dan selama ini. Merupakan bukti dan jawaban pemerintah kloniaslisme dan Rezim kapitalisme terhadap semua tuntutan demokratik rakyat papua Barat Terutama:” Perjungan Kedaulatan Hak Penentuan Nasib Sendiri” yang diperjungkan  60 lebih tahun yang fakta melukai batin orang Papua yang hanya  justru mempanjangkan barisan penjajahan dan pengisapan terhadap tanah dan manusia Papua.

4. Dengan adanya Penjajahan yang tersistematik yang membuka pintu kematian  puluhan ribuan rakyat Papua yang mati suri dan diskriminalisasi. penangkapan pemenjaraan yang terus menjamur di ruang ruang hidup Orang Papua dan Mahasiswa papua (Luar Papua)  sebagai biji mata dari rakyat papua menjadi actor korban klonialisme bersama ormas reaksioer yang berperan mencederaii semangat juang Mahasiswa lalu membunuh ruang ruang Demokrasi sebagai nafas dari rakyat terjajah. mengubur masa depan Mahasiswa Papua dalam bau busuk Ketiak Penguasah yang pada akhinya puluan ribuan Mahasiswa Papua  Pulang ke Papua (kampung Halaman) dalam ketakutan dan traumatic yang termat dalam. akses Pendidikan sebagai ikon masa depan bangsa sengaja di kubur hidup atas Nama Negara demi Kehormatan, Kedudukan Dan Kekuasaan  Penguasah. Ruang ruang gerak Mahasiswa terus diboncengi dengan penjajahan dan pembantaian, rasialisme meluas dan membesar.

5. Lebih Kejaman Lagi, Pemerintah Klonial daerah (elit Oligarki Lokal Papua) juga berperang, menjaga, menjalankan dan mempertahankan system penindas. Bahkan Semua unsur sikap, tindakan yang terjadi di balik pristiwa pembantain di akhir akhir ini di Deiyai dan seluruh  Papua  yang datang dari penguasah Negara Inonesia (colonial) terhadap orang Papua. Justru elit Lokal Papua (Dari Provinsi Sampai Daerah) mengambil sikap bimbang lalu terjadi sikap pembiaran dan pengabaian (apatis) terhadap warga sipil korban kejahatan Negara. (namanya juga Pemerintah Klonial) terutama Mahasiswa Papua diluar Papua yang meggalami penindasan dan kekerasan secara brutal oleh TNI, Porli, Ormas, sat Pol PP. justru Pemerintah klonial Daerah (elit kolal Papua) membiarkan Mahasiswa Papua diLuar papua tampa utamakan keselamat Mahasiswa Papua dan Masa depan Mahasiswa. Anehnya pemerintah Klonial daerah justru sibuk urus Kepentingan kekuasaan dan kepentingan perut atas nama Negara atas nama harga diri bangsa Papua dan atas nama kemanusian.

6. Dalam Khasus ini, Anehnya  terjadi pengabaian dan Pembiaran terhadap warga sipil Orang Papua yang korban kejahatan keterprukan Negara tampa memberikan Kepastian hukum terhadap warga sipil orang Papua yang korban. Justru negera melindungi actor yang menelang puluan ribua warga sipil yang tak bersalah. Ironisnya Negara memakai hukum yang katanya menjujung tingi nilai nilai kemanusian dipakai  untuk  kriminalisasi (membantai) orang Papua,  aktivis kemanusian dan Kriminalisasi terhadap  gerakan Rakyat tampa bukti dan tampa alasan  pembenaran. Disamping itu,  semua institus Negara (Penguasah) melakukan pembusukan dan pembongan public dalam upaya mencari pembenaran atas keterpurukan dan kejahatan Negara terhadap rakyat papua di kanca internasional, domestic terutama terhadap rakyat Papua Barat di tanah air West Papua.

7. Atas Nama Darurat  Militer,  Darurat kemanusian, Darurat Masa depan Orang Papua, Darurat Mahasiswa Papua di Luar Papua yang sedang pulang ke Tanah Air akibat benih benih penderitan dan Penindasan yang berkepanjangan. Perlemen Nasional west Papua (Fraksi-Meepago) Menyerukan kepada semua elemen dan Organisasi Baik, Mastarakat Adat, Perempuan, Pemuda dan Mahasiswa, Agama, dan Organisasi di Wilayah Adat Meepago Dan Papua untuk bersatu dan mengkonsoludasikan dalam “solidatitas kemanusian” yang di Bentuk di beberapa daerah di Meepago dan seluruh papua. (Yang belum, pastikan konsoludasi dan Bangun solidaritas Kemanusian) dalam menjawab  semua persoalan Kemanusian dan Mengobati Badai Sunami Kemanusina Di Papua Barat demi Selamatkan Manusia dan Tanah Papua dari rantai Penindasan dan pengisapan.

8. Bangun Persatuan Nasional semua faksi, Elemen/Organisasi dalam dalam Melawan Politik penjahan klonialis Indonesia dan Kapitalisme global yang menjadi dalangPembantaian Terhadap Rakyat bangsa Papua Barat.

Demikian, seruan Kemanusian ini diserukan untuk menjujung tinggi pri-kemanusian bagi rakyat bangsa west Papua dari lubang Pemusnaan Etnis Malanesian di west Papua.

TANAH AIR ATAU MATI.

Tanah air, 18 September 2019

Hormat
Perlemen Nasional West Papua
Fraksi Meepago

FRANS NAWIPA
Ketua PNWP Fraksi Meepago


Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top