ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Jember– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Pelajar Papua (Permappa) Kabupaten menyuarakan hak penentuan nasib sendiri untuk bangsa Papua pada rabu 28/08/2019 jember.

 Koordinator aksi, Hamjek Kogoya mengatakan ujaran rasis yang kerap dilontarkan kepada Orang Papua Asli (OAP) tidak lagi bisa ditoleransi. Menurutnya, refrendum adalah jalan keluar terbaik baik. 
"Kami sampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia, agar memberikan solusi demokrasi untuk mahasiswa Papua, untuk menentukan nasib sendiri. Karena kami mahasiswa Papua yang ada di Pulau Jawa ini, di Jawa Timur, Jawa Barat, maupun di Bali sering mengalami yang namanya rasisme. Kata-kata yang memang sangat sakit buat kami. Jadi kami tidak punya solusi lain, kami hanya ingin merdeka,” kata Hamjek Kogoya. 
Hamjek Kogoya mengatakan, jika referendum sudah ditetapkan, seluruh mahasiswa Papua yang menempuh studi di Jember akan kembali ke Tanah Papua. 
Dalam menyampaikan tuntutannya, mahasiswa Papua membawa berbagai spanduk dan atribut dengan corak bintang kejora. Massa juga melakukan aksi berjalan kaki dari pintu gerbang Universitas Jember menuju Bundaran Gedung DPRD Jember sembari menyanyikan lagu bintang kejora disertai orasi kemerdekaan bagi bangsa papua barat.
Goo



Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top