ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Seruan Aksi…!!!

Kepentingan Amerika Serikat dan Indonesia atas West Papua melalui PBB yang tidak bertanggung jawab secara demokratsi  dari sejarah kemerdekaan bangsa West Papua merupakan kepentingan rakusnya pengurasan Sumber Daya Alam (SDA) dan manipulasi sejarah bangsa West Papua yang telah merdeka sejak 1 Desember 1961 di Holandia (Jayapura) secara  De Facto dan De Jure bahwa Negara Papua Barat telah di akui  sebagai bangsa. Sehingga, hasil dari manipulasi sejarah bangsa West Papua oleh Amerika Serikat dan Indonesia melalui PBB lahirnya manifesto Aneksasi 1 Mei 1963 atas Rakyat bangsa West Papua.

Mulai dari 19 Desember 1961 TRIKORA atas  bangsa West Papua telah di manipulasi sejarah dan berbagai operasi militer di Tanah Papua Barat dalam rezim sokarno dan suharto terhadap rakyat West Papua melalui Intervensi militer terhadap rakyat.
Setelah merebut wilayah West Papua dimasukan secara paksa atau Aneksasi  lewat manipulasi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) oleh Indonesia tahun 1969, wilayah Papua dijadikan wilayah jajahan. Indonesia mulai memperketat wilayah Papua dengan berbagai operasi sapu bersih terhadap gerakan perlawanan rakyat Papua yang tidak menghendaki kehadiran Indonesia di Papua.

Berbagai cara telah Indonesia lakukan terhadap rakyat West Papua ketika wilayah West Papua di rebut secara paksa; bahkan kehadiran sistem Indonesia dan Militer (TNI-PORLI) melalukkan berbagai kekerasaan melalui Pembunuhan, Pemerkosaan, Perampasan, Penistaan, Rasis atas Rakyat West Papua; Serta kan dengan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) West Papua tanpa ketentuan yang jelas.

Dengan itu pun, 1 Mei 2018 merupakan hari Aneksasi bagi bangsa West Papua yang ke-55 Tahun  karena secara konstitusional keberadaan Indonesia atas West Papua adalah Negara Ilegal yang masih sedang memainkan praktek-praktek kolonialis-Nya. Berbagai peristiwa kejahatan terhadap kemanusiaan terus terjadi di Papua, hutan dan tanah-tanah adat dijadikan lahan jarahan bagi investasi perusahaan-perusahaan Multi National Coorporation (MNC) milik negara-negara Imperialis.

Ikut serta juga, Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh aparat negara (TNI-Polri) dengan melarang adanya kebebasan berekspresi bagi rakyat Papua didepan umum serta penangkapan disertai penganiayaan terhadap aktivis-aktivis perjuangan Pembebsan West Papua.
Maka, untuk menyikapi Tuntutan Kontrak Karya Pertama PT Freeport, Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali, .mengajak Kawan-kawan Mahasiswa Papua untuk terlibat dalam aksi demo yang akan dilakukan pada :

Hari/Tanggal  :Selasa, 1 Mei 2018

Waktu  :10:00 s/d Selesai WITA

Titik Kumpul  :Parkiran Timur Renon

Titik Aksi  :Konsulat Amerika Serikat (Jl. Hayam Wuruk)

Thema  :” Menolak Aneksasi 55 Tahun Indonesia atas West Papua
  “HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI SOLUSI DEMOKRATIS
BAGI RAKYAT PAPUA BARAT”

Demikian seruan aksi ini kami buat, atas partisipasi dan dukungan Kawan-kawan kami ucapkan terima kasih. Salam!

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali


Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top