ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



Pernyataan Sikap Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi (PMD) Bergabung (Integrasi) ke Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN)

-Kondisi objektif-
Kemajuan tenaga produktif dibawah kendali kelas kapitalis memicu terjadinya berbagai macam persoalan diseluruh sector (tani, buruh, nelayan, mahasiswa, dll). Persoalan yang paling penting adalah kecenderungan penguasaan militer terhadap kehidupan social masyarakat yang membuat ruang berdemokrasi menjadi semakin direpresif. Kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi catatan penting bagi kelas kapitalis, masyarakat dibuat tunduk dan patuh terhadap kebijakan-kebijakan irasional dan tidak ilmiah sebagai syarat berjalannya sistem Kapitalis. Hal yang demikian membuat ruang demokrasi di Indonesia bahkan diseluruh Negara-negara yang ada di dunia tidak lagi menguntungkan bagi mayoritas rakyat tertindas maupun kelompok minoritas lainnya.

Militerisme menjadi alat yang paling jitu bagi penguasa untuk menekan mayoritas rakyat tertindas yang dilakukan secara langsung lewat tindakan-tidakan represifitas, intimidatif, dan bahkan pembunuhan dalam kondisi terburuknya, maupun tindakan tidak langsung lewat penyebaran budaya palsu kedalam lingkungan social masyarakat. Selain itu, politik rasial ikut menjadi instrument penting pemecah belah yang disebarkan penguasa melaluai etnis, suku, agama, ras, dan lain sebagainya dengan tujuan untuk menghalau dan menghancurkan kesadaran dan gerakan yang mulai muncul di berbagai titik diseluruh Indonesia pasca runtuhnya rezim dictator Soeharto pada tahung 1998-1999.

Selain itu, dengan adanya RUU Ormas yang dibuat oleh rezim Jokowi-JK dan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat beberapa waktu lalu, secara tidak langsung, pemerintahan Jokwi-JK sedang membangkitkan kembali zaman gelap orde baru kedalam reformasi yang sejatinya adalah hasil dari tindakan aksi masa yang dilakukan melalui penyatuan-penyatuan mayoritas rakyat dari berbagai sector diseluruh Indonesia dibawah kepeloporan segelintir orang atau kelompok yang sadar dengan landasan teoritik marxis-leninis. Undang-undang ormas yang sudah jelas point-pointnya akan menyasar ke-berbagai kelompok yang dianggap bertentangan dengan pancasila dan juga secara tegas disebutkan mengarah pada kelompok yang berideologi Marxsisme-Leninisme.

Demokrasi kemudian menjadi alat bagi penguasa untuk melakukan tindakan-tindakan propagandis terhadap kelompok-kelompok yang dianggap bersebrangan dengan kepentingan-kepentingan kelas penguasa, kelompok yang melakukan tindakan diluar kepentingan penguasa dianggap anti pancasila dan harus dimusnahkan berdasarkan aturan hukum hasil produksi penguasa, sehingga demokrasi secara jelas bukan untuk rakyat, tapi untuk kepentingan kaum kapitalis.

-Sikap Perjuangan Mahasiswa untuk demokrasi-

Dengan situasi dan kondisi objektif tersebut, Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi (PMD) percaya bahwa, hanya dengan kekuatan mayoritas rakyat tertindas-lah kita mapuh melakukan perlawan terhadap berbagai bentuk ketidak-adilan yang dilakukan oleh kelas kapitalis melaluai rezim Jokowi-Jk. Namun, untuk melakukan penyatuan kelas kaum tertindas, diperlukan adanya penyadaran-penyadaran ideologis diberbagai sector diseluruh Indonesia. Dan itu hanya akan bisa dilakukan oleh individu-induvidu maupun organisasi-organisasi revolusioner yang berkesadaran tinggi untuk mempelopori gerakan-gerakan demokratik yang ada, apakah itu gerakan prodem yang pasif mapun yang aktif, sehingga terciptalah penyatuan-penyatuan kaum tertindas. Dan yang paling prinsip adalah melakukan penyatuan-penyatuan tenaga produktif dalam rangka membangun kekuatan secara internal untuk tetap solid. Sehingga kita mampuh mebangun komunikasi yang baik ditingkatan organisasi berlandaskan sentralisme demokrasi untuk tetap menjaga terjadinya ancaman-ancaman dari kelompok-kelompok reaksioner yang selalu menyebarkan ideology-ideology konserfatif.

Maka dengan landasan objektif diatas, kami Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi (PMD) menyatakan, memutuskan secara organisasi bergabung (Integrasi) dengan Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN).

-Mengapa Memilih Integrasi ke PEMBEBASAN-
1. Tujuan organisasi antara PMD dan PEMBEBASAN memiliki kesamaan, yaitu: Membangun Gerakan Mahasiswa dan Persatuan yang Berkarakter Kerakyatan, Mandiri, Demokratis, Ekologis dan Feminis untuk Persatuan Pembebasan Nasional.

a. Apa makna Mandiri dan Demokratis
Makna mandiri disini adalah tidak tersubordinasi dibawah elit atau partai politik di parlemen, yang saat ini dengan tegasnya mereka memposisikan diri sebagai partai yang pro terhadap berbagai kebijakan yang menindas rakyat, missal : kebijakan liberalisasi modal dan sumber daya alam, pemotongan subsidi rakyat, BBM, TDL, dsb. Sedangkan demokratis disini adalah mekanisme yang memberikan keleluasaan bagi setiap orang untuk berekspresi, berpendapat serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

b. Mengapa Ekologis dan Feminis
Perjuangan kesejahteraan membutuhkan pelibatan dari seluruh masyarakat, tanpa memandang jenis kelamin, agama, ras, usia, dsb. Oleh karenanya, budaya yang masih meletakkan perempuan sebagai jenis kelamin kedua (patriarkhi), penanggung jawab pekerjaan domestik sehingga menghambat partisipasi langsung nya dalam perjuangan menuntut kesejahteraan harus pula dihilangkan. Itulah perspektif Feminis! Sedangkan, untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas kita memerlukan lingkungan yang sehat, air, udara bersih, makanan sehat, dsb. Oleh karena itulah kita butuh satu sistem yang ekologis.

c. Untuk Pembebasan Nasional
Maksud dari Pembebasan Nasional di sini adalah proses bagi Indonesia untuk lepas dari dominasi Imperialisme (Penjajahan asing), penindasan sistem kapitalisme (sistem yang mengharuskan penindasan manusia atas manusia), serta pembukaan ruang demokrasi sepenuh-penuhnya sebagai landasan bagi perkembangan sumber daya manusia Indonesia.

2. PEMBEBASAN menawarkan program yang menjadi solusi konkrit bagi persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia sekarang ini.
Program Pelopor
5 MUSUH RAKYAT
a. Imperialisme (Penjajahan Modal Asing)
b. Pemerintahan Agen Imperialis (Pemerintahan Jokowi-Jk)
c. Sisa Orde Baru (GOLKAR dan Militer)
d. Reformis Gadungan
e. Milisi Sipil Reaksioner

5 KEKUATAN RAKYAT
a. Organisasi dan Penyatuan Perjuangan Rakyat
b. Keterlibatan Langsung Rakyat dalam Demokrasi
c. Pemerintahan Rakyat Miskin
d. Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan
e. Manusia yang Sehat, Produktif, Merdeka, Melawan, dan Bersolidaritas

10 TUNTUTAN MENDESAK RAKYAT
a. Turunkan Harga Sembako
b. Pendidikan dan Kesehatan Gratis
c. Kenaikan Pendapatan dan Lapangan Pekerjaan
d. Perumahan, Air Bersih, Energi, serta Transportasi Murah dan Massal
e. UU Politik dan Pemilu yang Demokratis
f. Penulisah Sejarah yang Jujur; Mengembalikan Ingatan Sejarah Rakyat
g. Pengadilan Kejahatan HAM dan Pembubaran Komando Teritorial
h. Pengadilan dan Penyitaan Harta Soeharto/Kroni, dan Koruptor Lainnya
i. Kuota 50% Perempuan untuk Semua Jabatan Publik
j. Perbaikan Kerusakan Lingkungan

5 JALAN KELUAR RAKYAT
a. Industrialisasi Nasional oleh dan untuk Rakyat
b. Pemusatan Pembiayaan dalam Negeri
c. Pemenuhan Tuntutan-tuntutan Mendesak Rakyat
d. Kekuasaan Rakyat
e. Kebudayaan Maju

2. Program Perjuangan Mahasiswa dan Pendidikan:
a. Bangun Dewan Mahasiswa.
b. Pendidikan dan Kesehatan Gratis
c. Demokratisasi Kampus:
i. Referendum
ii. Forum Rembug Kampus dan Front Kampus
iii. Partisipasi setiap Individu dalam Konggres atau Musyawarah Fakultas dan Jurusan
iv. Kebebasan Berorganisasi dan Berpendapat
v. Bubarkan Menwa
vi. Pembentukan Majelis Civitas Akademika

d. Perbaikan Kurikulum Kampus:
i. Sistem pengajaran yang dialogis dan bervisi kerakyatan
ii. Kurikulum yang berperspektif Feminisme
iii. Masukkan sejarah revolusi nasional dan negara lain dalam mata pelajaran umum
iv. Masukkan karya Sastra Indonesia (Karya sastrawan dan seniman besar Indonesia. Misal, Pramodeya Ananta Toer, dll)
v. Mempelajari pengalaman kemajuan Negara-negara yang berdikari dan mandiri (Bolivia, Venezuela, kuba, Iran, dll)
vi. Hapuskan pembatasan waktu kuliah
vii. Hapuskan preesensi 75 %
viii. Hapuskan sistem DO

e. Transparansi dana kampus

f. Komersialisasi pendidikan:


i. Tolak Undang-undang SISDIKNAS
ii. Lawan Privatisasi Kampus

g. Perbaikan Fasilitas Kampus:

i. Fasilitas yang Modern dan Ekologis
ii. Penyediaan ruang publik sebagai tempat berekspresi dan bersosialisasi
iii. Penyediaan Perpustakaan yang lengkap, termasuk e-library.
iv. Penyediaan Fasilitas bagi difable.
h. Kuota 50% bagi perempuan dalam organisasi-organisasi kampus

3. Mendukung dan mengkampanyekan hak kemerdekaan bagi Bangsa West Papua sebagai solusi demokratis.

Keputusan Kolektif
Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi
Yogyakarta, 26 Januari 2018.



Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top