ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Artikel -tentang  Asosiasi Papua Barat Di Australia


Laporan ini merinci insiden pelanggaran hak asasi manusia dan peristiwa yang terjadi di Papua Barat pada tahun 2017. Ini sama sekali tidak lengkap. Dalam laporan tersebut, AWPA menggunakan nama Papua Barat untuk merujuk ke keseluruhan bagian barat Pulau ... Laporan ini merinci insiden pelanggaran hak asasi manusia dan peristiwa yang terjadi di Papua Barat pada tahun 2017. Ini sama sekali tidak lengkap. Dalam laporan AWPA menggunakan nama "Papua Barat" untuk merujuk ke seluruh bagian barat Pulau Nugini. Namun, "Papua Barat" saat ini terbagi menjadi dua provinsi, Papua dan Papua Barat.

Ringkasan
Tidak ada perbaikan dalam situasi hak asasi manusia di Papua Barat pada tahun 2017. Pelanggaran hak asasi manusia dan insiden intimidasi dan penyiksaan aktivis Papua Barat dan pembela HAM terus dilakukan oleh pasukan keamanan Indonesia sepanjang tahun. Sejumlah operasi militer "sweeping" terjadi untuk menanggapi dugaan serangan terhadap pasukan keamanan atau pada kendaraan yang dioperasikan oleh tambang tembaga dan emas Freeport. Ada banyak aktor yang terlibat dalam serangan ini dan pasukan keamanan menggunakan berbagai nama untuk para penyerang dari Gerakan Papua Merdeka (OPM), kelompok bersenjata, kelompok kriminal bersenjata, penyerang tak dikenal, separatis, dan orang-orang bersenjata tak dikenal. Namun, operasi ini membuat masyarakat setempat trauma dan takut akan kehidupan. Pasukan keamanan juga tampaknya memiliki kesulitan besar dalam membedakan antara apa yang mereka sebut separatis dan masyarakat umum.

Tahun dimulai dengan sejumlah operasi sweeping di Kabupaten Dogiyai. Pada periode antara akhir Desember 2016 dan Januari 2017, operasi sweeping dilakukan oleh pasukan keamanan di Dogiyai. Dua warga, Otis Pekei dan Melkias Dogomo meninggal akibat luka yang diterima selama operasi. Puluhan warga juga dipukuli aparat keamanan. Tujuan penyapuan tersebut adalah untuk menjaga keamanan menjelang pemilihan yang akan digelar pada bulan Februari.

Melkias Dogomo ditahan pada tanggal 23 Desember dan meninggal di rumah pada tanggal 7 Januari karena luka-luka yang diterima di tahanan polisi. Otis Pekei ditahan saat melakukan perjalanan ke Nabire. Dia dilaporkan disiksa oleh polisi pada hari Selasa 10 Januari dan meninggal di tahanan polisi. Pasukan keamanan juga menyita pakaian dengan simbol Bintang Kejora seperti gelang dan topi serta intima yang meninggal penduduk setempat. Karena operasi sweeping reguler yang dilakukan warga di luar Kantor Perwakilan Legislatif di Dogiyai.
Komunitas Dogiyai yang merasa tidak nyaman dengan aksi sweeping pasukan keamanan tersebut menggelar demonstrasi ke Kantor Legislatif kabupaten Dogiyai - Jubi / Filemon Keiya

Tahun yang berakhir dengan operasi sweeping lain oleh pasukan keamanan Indonesia di distrik Mugi, Nduga. Penyisiran tersebut mengakibatkan melukai 5 warga sipil yang termasuk dua siswa SMA dan penyiksaan empat orang dan dua rumah terbakar.
Dalam siaran pers (21 Desember), Koalisi untuk Keadilan, Hukum dan Hak Asasi Manusia di Dataran Tinggi Tengah Papua, Pembela Kebebasan Sipil dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta pasukan keamanan Indonesia, militer dan polisi tidak bertindak tanpa pandang bulu di distrik Mugi. Militer mengatakan insiden tersebut terjadi setelah sebuah serangan oleh OPM terhadap personil TNI pada 12 Desember yang mengakibatkan kematian operator penggalian dan melukai anggota pasukan keamanan. Kepala Komando Daerah Militer Papua Kol. Inf. Muhamad Aidi, membantah ada sapuan dan Pasukan keamanan telah menembak warga sipil di Kabupaten Mugi. Dilaporkan juga bahwa setelah aparat keamanan melakukan operasi tersebut, mereka memblokir akses ke wilayah Nduga dan siapa pun yang bepergian ke daerah tersebut harus mengajukan jalur travel khusus yang harus diperoleh melalui 5 pos penjagaan militer / polisi Indonesia dengan 5 poin.

Ekstrak dari rilis media
"Insiden tersebut menyebabkan operator ekskavator Yovicko Sondak meninggal dunia dan satu anggota militer Indonesia, Prada Didimus Abindodifu terluka. Kejadian ini berujung pada aksi sweeping oleh gabungan aparat militer dan polisi Indonesia. Menurut informasi yang kami terima, penyapuan dilakukan di Bandara Daragma, Kecamatan Mugi, Kabupaten Nduga. Dengan menggunakan dua pesawat komersial, pasukan keamanan melepaskan tembakan secara acak ke orang-orang yang datang ke bandara serta menuju rumah orang-orang dan bangunan lainnya di sekitar Bandara Daragma ".

Kami terus menerus diberitahu oleh pemerintah bahwa situasi hak asasi manusia di Papua Barat membaik. Insiden sepanjang tahun lalu membuktikan sebaliknya. Sayangnya 2018 telah dimulai dengan aparat keamanan yang mengintimidasi anggota KNPB. Kampanye Free Papua Barat melaporkan (10 Jan) bahwa 14 aktivis KNPB ditangkap pada tanggal 7 Januari untuk meningkatkan bendera KNPB. Para aktivis tersebut ditangkap oleh militer Indonesia dan polisi di Kisor dan dibawa ke kantor polisi Indonesia di Aifat. Mereka akhirnya melepaskannya

sumber: http://pacific.scoop.co.nz/2018/01/west-papua-2017-year-in-review/

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top