ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ilustrasi tempat jualan hasil kerja keras Orang Papua

1. PRAKATA
TOGEL atau toto gelap adalah definisi dari totalisator gelap. Totalisator menurut KBBI V adalah pengumpulan uang taruhan dari orang-orang yang bertaruh dalam pertandingan sepak bola dan sebagainya (uang yang dikumpul itu sesudah dipotong bagi penyelenggaraannya, dibagikan kepada pemenangnya). Definisi lainnya adalah taruhan undian dengan membeli kupon (pada pertandingan sepak bola dsb). Jadi permainan ini adalah sejenis taruhan yang diundi setiap penyelenggaranya dan diberikan kepada pemainnya setelah adanya potongan (keuntungan ganda) bagi penyelenggaranya.
Permainan ini sudah menjamur di kalangan orang Papua di tanah Papua kurang lebih 15 tahun belakangan. Para pemainnya bahkan telah mengalami kecanduan yang kronik. Ibarat para pecandu narkotika. Di Papua Togel bahkan sudah menjadi sebuah pekerjaan sampingan bahkan utama bagi siapa saja, dimana saja pada beragam usia.

2. MENGAPA TOGEL ITU PENYAKIT SOSIAL ?
Berdasarkan gejala yang terjadi pada semua pemain togel, yakni adanya kecanduan kronik, pola ini diduga hampir serupa dengan proses adiksi sel otak pada pecandu alkohol, zat adiktif pada Napza, juga pola yang sama pada para pecinta film seks atau pornografi. Mekanisme pato-biokimiawi yang saya duga hampir serupa. Oleh sebab itu dapat di simpulkan ini adalah sebuah gangguan pada tingkat sel saraf di otak (mekanisme biokimiawinya dapat dibaca pada mekanisme adiksi alkohol atau film pornografi). Saya katakan penyakit sosial karena para “togel filik” ini terdistribusi pada jumlah besar populasi masyarakat di Papua. Dampaknya juga dapat mengakibatkan disfungsi relasi keluarga, sosial masyarakat dan bahkan terhadap kehidupan bangsa dan negara.

Jika merujuk definisi sehat pada konsep WHO, sehat ialah keadaan yang qua-prima, meliputi tidak hanya fisik, mental dan sosial, namun juga bebas dari arti sakit dan cacat. Sedangkan sakit ialah kondisi dimana tubuh setidak-tidaknya merasakan adanya perasaan gangguan fisiologis, psikologis, maupun gangguan adapatasi sosial. Dengan demikian, dapat kita simpulkan togel sebagai salah satu agen penyakit/ patogenik penyebab sakit yang dampak ikutan adiksinya dapat mempengaruhi psikologis individu yang bermain, bahkan individu lain dalam sebuah keluarga. Dampak psikologis yang paling sering adalah anak-anak terlantar. Makan dan minum keluarga tidak dapat terpenuhi karena sebagian/seluruh sumber dana terpakai habis dalam permainan togel. Dampak psikologis mental terhadap anak-anak adalah yang paling dikhawatirkan.

3. MENGAPA ORANG PAPUA PALING GEMAR BERMAIN TOGEL ?
Ada beberapa faktor yang dapat kita jadikan sebagai landasan kita dalam memahami fakta tentang mengapa orang Papua adalah pihak yang paling banyak mengidap ‘penyakit sosial togel’ ini.

a) Pemahaman Orang Papua yang Minim
Pada konteks ini orang Papua adalah pihak yang paling rentan mengalami adiksi bermain togel. Orang Papua tidak tahu apa itu togel, sistem permainannya, pengelola/pemilik togel, bahkan benar atau tidak terdapat versi-versi togel dari China, Singapura, atau Hongkong. Jika orang Singapura yang jadi orang Papua, mereka akan mudah meninggalkan permainan itu, sebab mereka tahu bahwa permainan itu hanya undi-undian yang sebetulnya memberikan keuntungan cuma-cuma bagi pengusahanya. Mereka sudah tahu bahwa semua rumus-rumus dan prediksi mimpi-mimpi itu hanya omong kosong belaka. Sebab siapa yang akan keluar sebagai pemenang itu tergantung pada pemilik (bandar) togelnya. Jumlah besaran uang yang akan dikeluarkan oleh sang pemilik terhadap sio apa atau berapa yang kena itu berdasarkan hitung-hitungan ekonomis yang amat cermat, mengikuti semboyan; modal kecil untung harus besar. Maka orang Singapura akan lebih memilih bekerja dan membuat usaha-usaha dengan kerja keras untuk menjadi sukses dalam menafkahi diri atau keluarganya

Tetapi bagaimana dengan Kita di Papua? Bagi para pecandu togel malah lari dan tiap hari buat rumus-rumus tidak masuk akal. Padahal dulu waktu sekolah nilai matematika paling eror. Tiba-tiba dalam merumus togel berlagak bagaikan profesor atau ilmuwan zaman dahulu yang kemana-mana bawa buku dan bolpoin. Bahkan adapula kasus, seorang bapak membuat rumus togel pakai bolpoin anaknya yang masih sekolah, hingga besok pagi sang anak ke sekolah tidak ada bolpoin dan bukunya penuh rumus togel, sang bapak.

Jadi, pengetahuan yang baik dan rasional terhadap permainan togel yang sesungguhnya hanyalah permainan tipuan, menentukan sesorang dapat menghindarkan diri dari efek ketagihan permaian ini, seperti orang Singapura tadi.

b) Iman dan Kepercayaan Orang Papua Masih Lemah dan Kecil
Jika orang Papua percaya pada Tuhan, maka Togel,yang adalah judi seharusnya dapat ditinggalkan. Demikian juga togel adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan rusaknya hidup para pecandunya. Maka para hamba Tuhan sudah seharusnya mendoakan para pecinta togel untuk sembuh dari penyakit sosial ini.

c) Kokohnya Mental Instanisme Akibat Transformasi Sosial-Budaya Akut Orang Papua
Akibat lain, mengapa Orang Papua lebih suka bermain togel adalah makin besarnya mental instanisme. Mental tinggal santai uang bisa datang tanpa kerja keras alias kuras tenaga. Jadi tradisi sosial-budaya kita yang mengajarkan harus kerja keras untuk cari makan itu sekarang sudah mulai ditinggalkan. Ini dampak dari kehadiran pemerintah dan segala program pembangunan yang salah kaprah selama ini. Melalui program-progamnya pemerintah sesungguhnya secara perlahan-lahan sedang mengubah dan mematikan budaya kerja orang Papua. Mereka sedang menawarkan beragam penyakit melalui banyaknya program pembangunan yang sifatnya instan tanpa mempersipkan mental dan psikologis dasar Orang Papua. Psikologis untuk menerima dan menyesuaikan diri terhadap hal baru secara bertahap.

4. MENGOBATI PENYAKIT SOSIAL TOGEL
Pendekatan pengobatan untuk penyakit sosial togelisme adalah:
a) Terapi Farmakologis
Terapi pengobatan medis farmakologis untuk penyakit ini sesungguhnya tidak ada. Kecuali terdapat kerusakan organ atau fisik sebagai dampak perkelahian dalam rumah tangga dan di lingkungan masyarakat.
b) Terapi Non Farmakologis
Terapi utama dalam mengobati penyakit ini terdiri dari:
– Kesadaran diri masing-masing
– Kuat berdoa dan didoakan
– Kembali ke tradisi kerja untuk hidup
– Ke Psikolog jika ada gangguan mental dan psikogis

5. PENUTUP
Demikian semoga kita tidak jadi korban dari sistem ekonomi kapitalis dan wajah modernisasi yang tidak sesuai konteks di Papua. Semoga Kita dapat sadar akan lompatan tragis peradaban kita, sehingga kita tidak menjadi santapan lezat pihak kapitalis dan imperialias asing seperti bangsa Indonesia yang besar itu.*
------------------------
Kampus Uncen Abepura,
27 Januari 2018
An- Benyamin Lagowan
(081354123904)
_________________________
sumber: https://blagowan.wordpress.com/…/penyakit-sosial-togel-di…/…

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top