ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

 AKSI TOLAK MILITER OLEH FRONT MAHASISWA ANTI MILITERISME - REBUT DEMOKRASI (FAMRED) hari 22 Agustus 2017 di Jogyakarta.
"Militer kembali ke barak!!!”
Itulah slogan pasca runtuhnya rezim Orde Baru yang identik dengan militerisme, dominasi militer, represifitas, penculikan dan penghilangan paksa para aktivis mahasiswa.
Kini, 19 tahun sudah kita menikmati segarnya udara reformasi.
19 tahun kita menikmati kemerdekaan sebagai seorang individu yang memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat tanpa takut dan terancam oleh militer dan militerisme.
Namun, kini bayang-bayang masa kelam itu, kian menghantui. Dominasi aparat militer dalam ranah sipil mulai terlihat kembali. Budaya militerisme mulai marak dipraktekan. Produk hukum yang ditelurkan terkadang kental dengan budaya militerisme yang anti dialog, yang anti keberagaman pendapat, dan berpikir. Semuanya dituntut untuk diseragamkan!
Kita pun tak jarang menyaksikan kekerasan militer tarhadap masyarakat sipil yang sedang menuntut haknya.
Dan memang kita menolak amnesia akan kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh oknum, bahkan aparat militer terhadap mahasiswa. Peristiwa Malari (1974) yang melibatkan puluhan orang dan belasan di antaranya terbunuh, Penembakan 600-an lebih mahasiswa Trisakti (1998), tindakan represif militer terhadap 127 orang pada persitiwa Semanggi I (1998) dan 228 orang pada Semanggi II (1999). Kemudian ada juga kasus penculikan dan penghilangan paksa terhadap, seperti pada tahun 1998 dimana dua puluhan lebih mahasiswa diculik dan hingga kini beberapa di antaranya tidak diketahui keberadaanya.
Selain menjadikan mahasiswa sebagai korban, militer juga menyasar kalangan aktivis, pegiat demokrasi dan perjuang HAM. Kasus Marsinah di tahun 1995, kasus Udin (wartawan) yang dianiyaya militer hingga tewas di tahun 1996, kasus Munir di tahun 2004 merupakan contoh-contohnya. Di lain sisi, terjadi juga pelanggaran HAM berat yang didalangi oleh militer, terutama TNI seperti di Papua dan Aceh.
Dan hari kita melihat lembaga supremasi sipil tertinggi seperti kampus seolah-olah amnesia akan kasus-kasus tersebut. Mereka memberikan ruang selebar-lebarnya untuk militer kembali lagi masuk dan ‘menghegemoni’ ranah sipil. Tercatat, akhir-akhir ini, beberapa kampus mendatangkan aparat militer.
Di lain sisi, wajah pendidikan kita saat ini menampilkan wajah corengnya yang luar biasa! Represifitas hingga kriminalisasi terhadap mahasiswa bukan lagi sesuatu yang asing. Pembungkaman bukan lagi suatu yang haram!!! Hal ini merupakan wujud budaya militerisme yang tumbuh subur di lingkungan kampus.
Penjabaran di atas hendak menunjukkan, bahwa kita perlu waspada terhadap bahaya laten militerisme dalam dunia pendidikan. Di lain sisi, kita juga perlu menolak militer masuk kampus, dengan alasan-alasan di atas, terutama sejarah kelam militer dengan mahasiswa.
Oleh karena itu, dalam momentum menyikapi kehadiran militer dalam hal ini Danrem Yogyakarta sebagai pembicara dalam PKKMB UNY 2017, kami yang tergabung dalam aliansi, Front Mahasiswa Anti Militerisme - Rebut Demokrasi (FAMRED) menyatakan sikap kami sebagai berikut:
1. Tolak militer masuk kampus.
2. Tolak militerisme dalam dunia pendidikan.
3. Wujudkan Demokrasi seutuh-utuhnya serta berikan kebesan untuk berorganisasi, berekspresi, dan berpendapat.
4.Cabut Perpu Ormas dan tolak RUU Kamnas.
5. Tolak represifitas serta kriminalisasi mahasiswa dan rakyat.
6. Tuntaskan pelanggaran HAM berat masa lalu, terutama di wilayah Papua.
Bangun Persatuan Rakyat-Mahasiswa, Tolak Militerisme di Dunia Pendidikan dan Wujudkan Demokrasi Seutuh-Utuhnya!!!
-------------------------------------
#TolakMiliterisme
#TolakMiliterMasukKampus
#FrontMahasiswaAntiMiliterismeRebutDemokrasi
Sumber:kawan Rico Tude (PPRI)
 Foto Rico Tude.
 Foto Rico Tude.Foto Rico Tude.
 Foto Rico Tude.
 Foto Rico Tude.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top