ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Berkesempatan untuk bicara di 2 panel tentang kondisi HAM di West Papua yang diselenggarakan oleh International Coalition for Papua di Jenewa. Acara dihadiri oleh sekitar 80 organisasi internasional, para diplomat dan orang-orang Perserikatan Bangsa_Bangsa PBB.
Pada intinya poin Ungkap Veronica Koman di Jenewa :
 - berbagai jenis kasus pelanggaran HAM terutama terhadap KNPB yang merupakan organisasi yang paling dipersekusi oleh pemerintahan Indonesia saat ini
- pelanggaran HAM makin parah karena negara gagal menyelesaikan konflik di West Papua, akibat dari negara menolak untuk mengakui akar konflik yaitu manipulasi sejarah tahun 1960an.
- terhadap KNPB terjadi setidaknya pelanggaran hak atas kebebasan berekspresi, hak untuk tidak disiksa, hak atas hidup, kebebasan berkumpul, hak atas pekerjaan, hak atas pendidikan, hak atas kesehatan
- berdasarkan hukum internasional, hak untuk menentukan nasib sendiri tidak terbatas pada status politik; namun juga untuk menentukan apa yang hendak dilakukan atas tanah dan hutan mereka sendiri, bagaimana mereka mau memerintah mereka sendiri. Semua ini tidak dihargai oleh pemerintah.
- selama West Papua masih bagian dari Indonesia, maka negara harus menghormati hak konstitusional orang West Papua.

Beberapa diplomat Indonesia berusaha membantah, namun sepertinya mereka yang kalah telak. Saya mengakhiri presentasi saya termasuk jawaban balik ke diplomat Indonesia dengan kata "lolipop" ketika ungkap Veronica Koman  bilang bahwa Otsus itu hanyalah lolipop.
Waa.. waa.. waa..!
Sumber FB: Veronika Koman FB,Jenewa.
Foto Veronica Koman.
Foto Veronica Koman.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar:


Top