ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Yogyakarta, 27 Januari 2017. aparat gabungan Polisi di Yogyakarta kembali berulah dengan melakukan pemblokiran guna menghentikan aksi Unjuk Rasa Damai yang dilakukan oleh massa yang terdiri dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Mahasiswa untuk Rakyat Papua dengan tujuan memprotes tindakan sewenang dari aparat Kepolisian dalam melakukan swiping tanpa arah dan dugaan kekerasan terhadap beberapa aktivist Papua di kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. 
sweeping tanpa arah itu tugas parah brimob dan polisi untuk menyamankan rakyat dalam proses sweeping sebenarnya tidak ada yang salah karena kita diamankan untuk hidup aman dan damai antar sesama manusia dengan mengutamakan keselamatan hidup yang aman dan damai.
namun demikian, fakta yang terjadi di kabupaten dogiyai selama 5 bulan berakhir ini, Tim gabungan TNI/POLRI telah melakukan berbagai aksi sweeping terhadap masyarakat sehingga penulis telah memberi nama sweeping tanpa arah. dalam sweeping tanpa arah terjadi:sweeping alat tajam, sweeping atribut papua merdeka, sweeping aktivis HAM, sweeping Rambut Gimbal, Sweeping uang, Sweeping orang mabuk.
dampak dari sweeping tanpa arah, segala jenis sweeping telah di terapkan di dogiyai oleh tim gabungan Giat operasi Mantap Praja kecuali penyamanan pilkada yang menerbitkan kendarahan roda dua dan empat. dari 6 jenis sweeping diatas ini telah mengorbangkan masyarakat dogiyai. korban masyarakat dogiyai yang alami adalah korban nyawa, korban barang, korban uang dan masyarakat dipukul babat belur ditempat hingga di pulangkan kerumah dalam keadaan sakit, darah dan luka-luka ada yang meninggal.


 Polisi dengan jumlah yang sangat banyak melakukan penghadangan terhadap massa tepat didepan Asrama Kamasan Satu Yogyakarta sekitar pukul 10: 40 WIB. Kami memohon Advokasi ke semua Pihak agar segera menghentikan aksi kekerasan dan tindakan sewenang-wenang dari Aparat dalam menutup ruang Demokrasi, khususnya bagi orang Papua. Mohon #Advokasi
Berikut kami lampirkan foto-foto kejadian dari lapangan

sumber: http://www.anginselatan.com/2017/01/polisi-menutup-ruang-demokrasi-di.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
 
 

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top