ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

foto illustrasi:Tuan Mecky E Yeimo
Perjuangan, tidak ada istilah kompromi, eksploitasi, apalagi jual beli perjuangan Papua Merdeka dalam agenda kolonial Indonesia, Engkau tergiur rupiah dan kedudukan, silahkan jalani saja, itu hak anda. Dan kami, biarkan kami tetap di jalur kami.”
Kamu adalah bagian dari ruang hatiku yang tersembunyi. Sementara perjuangan ini adalah bagian hidupku yang memang harus dipertaruhkan.
Entah mau menderita dan miskin, entah dunia mau sebut kami tidak bisa, bodoh, kuno atau primitif, dan mau jadi apa kami suatu saat, itu terserah kami. Tinggalkan dan biarkan kami merdeka sendiri, sebab yang kami tahu Tuhan sudah tempatkan kami sebagai orang Papua, diatas tanah Papua untuk kami mendiami dan mengatur hidup kami sendiri.
Memang perjuangan ini tidak mudah karena kita tidak hanya berjuang untuk Papua Merdeka, tetapi kita sedang berjuang agar dunia mengerti dan sadar tentang arti sesungguhnya dari kemanusiaan, kebenaran, keadilan dan perdamaian di bumi.
Kedaulatan ada di tangan rakyat. Biarkan mereka bangkit dan menentukan masa depannya sendiri.
Papua Merdeka hanya dapat diraih dalam tahapan kerja yang progresif. Papua Merdeka tidak dapat diwujudkan dalam angan-angan dengan agenda-agenda populis yang sekedar menampilkan simbol politik Papua Merdeka. "
Kepadamu sahabat jalan, hari ini kukatakan kepadamu, engkau sedang torehkan sejarah negeri." dengar isak tangis itu. Melepas satu-satu yang tersisah, pejuang Papua Barat. Demi cita hari esok, ku ingin engkau tetap erat memegang besih itu, walau asa dan tangis tak sanggup menahan pilu.
Apakah kita harus duduk diam dalam kepasrahan bisu, bersama dawaian lagu penghibur lara yang berjudul "DAMAI" itu? Sedangkan di depan mata kita, para penindas itu terus berjuang dengan pengorbanan untuk membunuh dan menguasai kita? Ini perkara terbalik"
Kami ada untk tetap jalan di jalur kaami sedang jalan ini, tanpa sedikitpun mundur. Kami tahu, kami banyak kalah, banyak mati, banyak masuk penjara, banyak terasing, Tetapi itu bukan alasan untk kami menyerah dan tunduk dibawah kaki kolonial NKRI. Kami trus bangkit setiap kami jatuh. Kami trus berganti stiap kehilangan serdadu martir yang lain. Ternyata itulah alasan kami terus percaya pada jalur kami sambil perkuat alat-alat perjuangan kami.***
coretan Tuan Mecki Yeimo

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top