ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Ini bukan yang pertama kalinya! Sejak dahulu hal seperti itu sudah berulang kali terjadi. Sejak kolonial berkuasa, hingga negara merdeka, kemanusiaan mereka tetap terpenjara.
 Entah sudah berapa banyak darah yang tertumpah, entah berapa jumlahnya nyawa yang dimatikan, bahkan banyak diantara mereka menghilang bagaikan ditelan bumi.
Hari ini hukan jamannya Nabi, sehingga tidak masuk akal jika manusia diangkat kelangit sebelum mati. Semuanya itu hanya karena mereka meminta hak!!! Hak yang seharusnya mereka miliki sebagai manusia! Mereka ingin hidup damai dan sejahtera tanpa penjajahan.
Mereka ingin menikmati hasil jerih payahnya, mereka ingin bekerja di ladangnya, mereka ingin anak mereka sekolah untuk diajari kepandaian yang berkemanusiaan, mereka ingin sehat dengan alamnya dan mereka ingin bersahabat dan berekspresi bersama tetangga dan saurada-saudaranya.
Mereka tidak pernah meminta yang bukan haknya, bahkan niat untuk itupun mereka sunguh tidak punya.
Tapi mereka dianggap binatang penganggu. Saat mereka turun ke istana penguasa, mereka di ibaratkan para penguasa bagaikan binatang turun gunung menyerang pemukiman penduduk. Sehingga layaklah mereka dibunuh, diburuh, dan di penjarakan, dijadikan piaraan jika bisa, jika tidak bisa, maka mereka akan di binasakan.
Dibinasakan oleh kuasa yang mengatasnamakan rakyat pula.
Mereka begitu takut, mereka takut kehilangan salah satu diantara saudara-saudaranya, karena tidak ada yang mereka miliki selain hidupnya.
Namun bagaimana bisa hidup sebagai manusia tapi diperlakukan sebagai binatang!
Mereka bekerja hasilnya dirampas!
mereka ingin menanam tanahnya dirampas!
 mereka ingin melaut lautnya dirusak!
mereka ingin berdagang dibilang merusak pemandangan!
Maka tidak ada cara lain lagi yang mereka tau selain memberontak. Membrontak segala yang merugikan mereka. 
Pemberontakan mereka bukan menghancurkan tetapi untuk memperbaiki.
 Mereka memberontak untuk membebaskan kemanusia yang terpenjara. 
Terpenjara oleh kuasa, kuasa yang berhianat dari cita-cita revolusi bangsanya.
Salah satu diantara mereka berdiri dengan gagahnya berbicara lantang di hadapan barisan aparat keamanan yang menghadang dengan segala perlengkapannya. 
Aparat-aparat negara  yang setia dalam kebodohannya, tidak mengerti apa yang dilakukannya selain perintah atasannya.
 Suara teriakan itu menerobos dinding istana dan menggaung sampai ke ujung langit tapi sayang penguasa langit dan dunia sama tulinya.
Maka seorang diantara mereka menaiki mobil komando dan berteriak
 " Seluruh kaum tertindas harus bersatu! satukan kekuatan untuk melawan!
melawan dengan kekuatan yang lebih besar lagi!!!
 Kekuatan penguasa harus dijadikan pelajaran bahwa kita harus semakin kuat menggalang perlawanan!! Sebar virus penyadaran ke pelosok bumi, bangun organisasi yang Revolusioner dan menyatuh untuk pembebasan kemanusiaan.
Bangkit melawan atau diam  tertindas selamanya!

penulis: comrad Elfanta Purba

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top