ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



"Jika warga Northern Territory ingin menarik perhatian akan nasib orang Papua Barat yang terlibat dalam perjuangan untuk penentuan nasib sendiri dan melakukannya sesuai dengan hukum Australia, seharusnya tidak ada tekanan eksternal untuk membungkam mereka."
ALHR NT convenor Monique Hurley mengatakan: "Upaya untuk menerapkan tekanan apapun untuk menghapus mural tersebut sangat mengganggu mengingat bahwa pemerintah Indonesia terus membatasi akses wartawan asing dan pemantau hak asasi manusia untuk provinsi paling timur Indonesia terhadap Papua.
"Ini telah menghambat kemampuan gerakan kemerdekaan untuk mengekspos pelanggaran hak asasi manusia yang diduga telah dilakukan oleh Indonesia."
Coyne mengatakan "ALHR menyerukan Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah-langkah segera untuk mengakhiri serangan pasukan keamanan Indonesia 'meningkatnya kebebasan berekspresi di wilayah Papua negara.
"Sementara Indonesia memiliki hak untuk menjaga ketertiban umum di wilayahnya, harus memastikan bahwa setiap pembatasan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tidak pergi lebih jauh dari apa yang diizinkan di bawah hukum hak asasi manusia internasional, termasuk Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dimana Indonesia adalah negara pihak. "


sumber: http://www.pmc.aut.ac.nz

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top