ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Goo Koteka
Ungkapan dan ekspresi itu juga menyatakan symbol kesusahan, kesedihaan, ketidakpastian hidup dan masa depan rakyat dan bangsa papua barat.

Karena, penguasa colonial Indonesia datang merampok dan menduduki tanah serta orang asli papua dengan agenda kepentingan ekonomi, politik, keamanan, wilayah, dan pemusnahan orang asli papua.
 
Penampilan itu apabila di cermati, direnungkan dan di refleksikan, sebenarnya mencerminkan bahwa rakyat dan bangsa papua barat ini sedang berada dalam ancaman serius.
 
Kita mampu meyakini bahwa semua orang asli papua, baik pejabat maupun bukan pejabat, mengerti dan menhayati gambaran kondisi hidup rakyat yang nyata di papua ini.

Memang ironis dan sulit di bayangkan masa depan dan nasib orang-orang malanesia di atas tanah leluhur mereka sendiri.

Undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan peresiden, intruksi presiden untuk papua, selalu miskin moral dan sangat diskriminatif serta eksploitasi.

Ironis dan sangat di sayangkan, penerapan hukum Indonesia terhadap rakyat papua di tanah papua sangat diskriminatif, eksploitasi, dan menindas sejak tahun 1963 sampai sekarang ini.

 Goo Koteka , Asrama Kamasan 1 Jogyakarta
On time:7:56
21 agustus 2016

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top