ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Dong sedang setengah mati mmbungkam perjuangan pembebasan kita. Suara kita berusaha mereka sumbat, demi keberlanjutan pengurasan SDA dan SDM Papua. Kran-keran militer di bawah rezim Jokowi-JK semakin lebar dibuka dan diarahkan memenuhi seluruh alam teritory west Papua. Represi kian menikung tinggi di tahun 2016.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, kondisi kapitalis di bumi Eropa yang goyang membuat kaum borjuis Indonesia gerah. Berdampak hingga represi bagi setiap aktivitas perlawanan Rakyat, baik di Indonesia maupun Papua.
Papua merupakan ladang subur bagi kaum elit borjuasi di Indonesia maupun Internasional untuk mengakumulasikan modal, di kerom puluhan ribu hektar lahan masyarakat adat dirampas untuk kepentingan pertanian kelapa sawit, di Merauke ratusan ribu hektar pula dirampas demi Proyek Pembangunan Ekonomi Nasional, Di Timika Freeport, Nabire proyek pertanian Kelapa Sawit, BP di Bintuni, LNG Tangguh di Sorong, dan beberapa lain yg masih banyak beroperasi di Papua. Sedangkan Rakyat Papua terusir dari tanahnya sendiri.
Isu paling seksi yang kian mnjadi mimpi buruk kaum kapitalis adalah aspirasi politik Rakyat Papua untuk Menentukan Nasib Sendiri, yang kian hari kian mmbengkak. 
Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, militer indonesia menjadi gacok andalan untuk mmbendung aspirasi politik Rakyat Papua.
 Di Indonesia negara membentuk milisi sipil dan ormas rekasioner yang di-back up mliter indonesia untuk  mmbungkam aspirasi politik Rakyat Papua dan mmbangun nasionalisme sempit untk mmecah-belah Rakyat tertindas disamping itu juga untk mengamankan investasi di Papua, hal ini terlihat jelas ketika di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya beredar spanduk" bertuliskan "Anti Separatisme Papua".
Yang jelas, semakin besar api yang bernyala-nyala maka dibutuhkan pula air yang banyak untuk memadamkan apinya. Perjuangan pembebasan yang kian amat  signifikan sejak dimulainya gerakan Rakyat untk mmpertahankan Kemerdekaan 1961 yang dihancurkan demi kepentingan Freeport, Amerika, dan Indonesia. Sebuah kemajuan besar ketika kaum tertindas di dunia telah mncium aroma penindasan Rakyat Papua.
Kita teruskan perjuangan, DONG SIAPA JADI?
Angkat Tangan Kiri, dan terikkan
Hancurkan Imperialisme
Hapus Kolonialisme
Lawan Militerisme
penulis,ketua Amp Komite Kota Jogyakarta
Abby Douw

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top