ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

foto doc:militer indonesia menindas rakyat adat papua
kehadiran dan sepak terjang aparat negara di papua yang kerap melakukan tindakan kekerasaan di papua kemudian melahirkan satu sikap yang khas papua,yaitu penguasa kolonial indonesia diasosiasikan dengan penuh kekerasaan,pencablokan,intimidasi,memenjarakan,bahkan pembunuhan yang kejam dilakukan oleh penguasa kolonial melalui aparat negara TNI/POLRI di wilayah teritorry west papua.
Untuk keluar dari kekerasan,rakyat papua mulai membangun identitas papua sebagai reaksi untuk menentang kekerasan yang di lakukan penguasa kolonial melalui aparat negara yang menjadi representasi penguasa kolonial indonesia bertahun-tahun di papua.
Makna yang terbangun di balik itu adalah menolak penguasa kolonial indonesia berarti menolak menjadi korban kekerasan dari aparat negara TNI/POLRI,BIN dll.
Sikap aparat negara atas reaksi rakyat papua bukannya mencari jalan penyelesaian secara damai, melainkan mengintensifkan penuh kekerasaan dengan skala yang lebih besar melalui operasi militer dengan menjadikan papua sebagai daerah operasi militer (DOM).
Akibatnya, kekerasan menjadi lingkaran yang tidak pernah putus di wilayah teritorry west papua selama puluhan tahun.
Sejak itu,rrakyat papua secara perlahan,baik elite maupun jelata juga mengenal penguasa kolonial dalam arti sesungguhnya.
Singkatnya dengan pandangan rakyat papua, aparat negara adalah penguasa kolonial indonesia, penguasa kolonial indonesia adalah militer indonesia TNI/POLRI.
Akibatnya, api perlawanan terhadap penguasa kolonial indoensia yang mulai buncah sejak 1963 sampai hari ini tidak pernah berhenti.
Selalu ada pemimpin baru dengan pengikut yang juga potensial terus tumbuh untuk menindas dan menjajah rakyat papua di papua.
Hingga kini, aparat negara (TNI/POLRI) merupakan alat negara indonesia yang paling ampuh untuk menghalau gejolak perlawanan rakyat papua yang menghendaki kemerdekaan sepenuhnya dari indonesia. Berbagai kasus kekerasaan pelanggaran terhadap Hak asasi manusia (HAM) rakyat papua terjadi akibat kebrutalan militer indonesia.
Dan berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh militer indonesia terhadap kami rakyat papua lainnya yang jumlah tidak terhitungjumlahnya.
Maka keinginan rakyat papua saat ini kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri solusi demokratis bagi rakyat papua untuk bebas dan merdeka.

Penulis Goo Koteka,Aktivis papua Angota Aliansi mahasiswa Papua AMP.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top