ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Foto Doc:Goo Koteka
Situasi papua dewasa ini,pemerintah kolonial melalui aparat negara TNI/POLRI di papua sangat tidak manusiawi yang di lakukan di papua.

Dari berlapis-lapisan masalah yang kian lama kompleks,maka wacana yang paling menggema di papua sekarang ini adalah orang asli papua OAP menjadi korban dalam birokrat pemerintah kolonial indonesia, baik korban karena pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM yang di lakukan oleh penguasa kolonial indonesia melalui aparat negara TNI/POLRI yang bertugas di papua, dan korban karena marjinalisasi akibat diskriminasi sosial-politik dan ekonomi.

Masalah pelanggaran hak asasi manusia ini sejak papua dianeksasikan kedalam republik indonesia hingga sampai saat ini kasus satu pun tidak di ungkap di pengadilan hak asasi manusia.

Selama 52 tahun bergabung dengan penguasa kolonial indonesia,telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang menelan ratuasan korban jiwa, tetapi tak satu pun dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral. 

Kita Sebagai orang asli papua OAP selama ini kita hanya dijadikan objek,dipandang rendah,bodoh,malas dan hina. Kita bahkan seringkali dibunuh dan di kejar-kejar seperti binatang. Setiap saat kita OAP dibunuh begitu saja. Bahkan untuk sebuah peristiwa pembantaian yang sudah jelas-jelas masuk kategori pelanggaran HAM berat sekalipun. 

Penguasa kolonial indonesia tidak pernah berniat baik untuk menyeret pelakunya ke badan peradilan HAM, malah sebaliknya, mereka di beri tanda penghargaan,kenaikan pangkat dan promosi jabatan.
Dan kita OAP menjadi korban dalam kekerasan penguasa kolonial indonesia, pengalaman selama ini mengajarkan kepada kita Orang Asli Papua,sehingga timbul kekawatiran bahwa keberadaan OAP sedang menuju kepunahan.

Selama bergabung dengan penguasa kolonial indonesia,terlalu banyak pembunuhan yang terjadi dan kita OAP hidup dalam kondisi tersingkir dari tanah leluhur kita sendiri.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan OAP memandang dirinya sebagai korban dari penguasa kolonial indonesia,
1.       Terjadi kekerasaan dan pembunuhan terhadap OAP dalam waktu yang panjang. Tindahkan kekerasaan dan pembunuhan itu berlangsung dalam waktu yang panjang,mulai dari pepera (penentuan pendapat rakyat) 1969, Daerah Operasi Militer (DOM) bahkan sampai di era reformasi ini. Korban terbesar terjadi selama era DOM atau sepanjang 1980-1990-an. Serangkaian pembunuhan, penculikan dan penyiksaan di era DOM itu selalu di banta oleh rakyat papua,dan aparat negara TNI/POLRI yang dibunuh selalu di sebut dan menamai rakyat sipil papua sebagai pemberontak,separatis atau OPM.

2.       Dominannya pendatang,arus imigrasi dan transmigrasi ke papua dari provinsi luar papua mendatangkan kecemasan bagi rakyat papua. Kecemasan itu timbul karena merasa di singkirkan dari tanah yang di miliki oleh rakyat papua,serta tirsigkir pula dari aktifitas ekonomi produktif,mulai dari perdaganan sampai pegawai negri didominasi oleh para pendatang. Keadaan sebagai kondisi yang selalu meciptakan situasi konflik yang mendatangkan kecemburuan sosil di satu sisi dan memperkuat identitas primodial dan sisi lain.

3.       Prasangka negatif,rakyat papua melihat bahwa sebagian besar orang yang datang ke papua sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan. Pandangan yang tidak membangun ungkapan yang di pakai untuk mengambarkan rakyat papua,seperti primitif,bodoh, kotor, hitam atau sejenisnya. Prasangka itu di pakai dalam segala hal. Akibatnya rakyat papua merasa di lecehkan secara mental. Selanjutnya, pelecehan ini berujung pada penyingkiran rakyat papua dari jabatan publik.


Penulis Goo Koteka Aktivis Papua Merdeka Anggota Aliansi Mahasiswa Papua AMP

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top