ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

foto doc:fb nesta



Pengedar Narkoba dan Minuman keras di Papua Adalah Polda Papua. dan Pemerintah provinsi Papua dan pemerintah kabupaten kota di Papua . Tujuan pengedaran Narkoba dan Minuman keras di Tanah Papua adalah untuk membunuh orang Papua secara Sitematis masif dan terstruktur, memusnakan manusian melanesia di tanah Papua.

Beredarnya minuman keras dan narkoba dikawal ketat oleh aparat Kepolisian polda Papua di seluruh tanah Papua.

Hal ini telah terbuKti dengan 3 orang perwira pesta Narkoba di salah satu hotel di Abepura beberapa Minggu yang lalu.
pengedaran minuman dan Narkoba beredar di seluruh papua. pertanyaanya semua pintu masuk minuman keras dan narkoba dijaga ketat oleh aparat kepolisian namun kenapa bisa lolos sampai ke polosok tanah Papua ?
itu artinya barang haram seperti narkoba jenis Sabu-sabu dan jenis ganja dan minuman berlevel sampai ke daerah terpencil berarti aparat kepolisian yang melakukan teran saksi.

Salah satu masyarakat saya temui datang dari wamena mengatakan bahwa narkoba jenis Sabu-sabu dengan ganja sudar beredar di Wamena. kenapa barang haram seperti itu bisa sampai di wamena ? pada hal pitu masuk keluar hanya satu yaitu melalui pesawat, sedangkan bandara sentani dijaga keta oleh kepolisian namun kenapa narkoba bisa lolos sampai ke wamena ? itu berarti pengedar adalah Aparat Kolonial Indonesia segaja mengedarkan ini untuk membunuh orang Papua.

bukan hanya narkoba tetapi minuman keras, orang Papua sejak nenek moyang tidak pernah mengenal minuman keras namun setelah kolonial indonesia mengkolonisasi wilayah Papua Barat, minuman keras disebar luaskan oleh kolonial indonesia.

kenapa pengedaran minuman keras terus dibiarkan ? karena Minuman keras adalah senjata yang ampu bagai aparat kolonial indonesia untuk memusnakan orang Papua agar suatu saat mereka akan menguasai pulau ini. demikian juga narkoba untuk mebunuh generasi mudah di papua makan pengedarannya dibiarkan oleh aparat kolonial di papua .

Disisi lain pemerintah porovinsi dan pemerintah daerah kabupaten dan kota juga tidak pernah berpikir tentang pengawasan dan perda minuman keras serta narkoba, dengan alasan minuman keras adalah salah satu sumber pendapatan daerah. hal ini berarti pemerintah juga ikut memusnakan manusia Papua, karena alasan sumber pendapatan PAD seharusnya ada sumber lain bisa difungsikan karena di papua masih banayak sumber kekayaan alam yang melimpah tetapai tidak pernah difungsikan lalu pemerintah hanya berfikir hal yang intan.

Maka penjualan minuman keras (MIRAS) di Papua pada umumnya dan lebih khusus penjualan minuman keras di kota jayapura begitu subur seperti jamur di musim hujan. akibatnya banyak orang Papua mati karena minuman keras .

Dengan demikinan kami berkesimpulan bahwa, pengedaran minuman keras dan Narkoba segaja dibiarkan untuk membunuh orang Papua, atau ini bagian dari pemunahan ras melanesia di Papua secara terstruktur dan masih dilakukan oleh pemerintah dan aparatak kepolisian.

Secara tidak langsung kami bisa katakan bahwa; Negara Kolonial indonesia ikut berperan dalam pemusnahan manusia papua melalui Minuman keras secara masif dan terstruktur untuk menghindari isu pelanggaran HAM di Papua.

Dampak Politik, Sosial, Ekonomi, dan Budaya dari keberadaan Kolonialisme Indonesia di Papua, sebagai berikut:
1. Perubahan dalam Bidang Politik
Kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa tradisional atau pemerintahan adat dan demokrasi di Papua sejak 1 Mei 1963 kedatangan Kolonial Indonesia serta imperalime bangsa barat semakin lemah dan menghancurkan secara permanen. Para raja, kepala suku para ondoafi serta ondofolo , dan bangsawan kehilangan kekuasaaan dalam pemerintahan karena sangat tergantung kepada pemerintah kolonial Indonesia . Perubahan kekuasaan ini dikarenakan pemerintah Indonesia ikut campur dalam permasalahan intern pemerintahan adat dan kekuasaan kepala-kepala suku ondoafi di papua.

2. Perubahan dalam dalam Bidang Sosial
Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial sejak munculnya kekuasaan Indonesia di Papua , ialah terjadinya penindasan dan pemerasan secara kejam. Tradisi yang dimiliki oleh bangsa Papua , Seperti upacara dan tata cara yang berlaku dalam lingkungan, adat budaya bahkan cenderung dihilangkan. Tradisi tersebut secara perlahan-lahan digantikan oleh tradisi pemerintah Indonesia.

3. Perubahan dalam Bidang Ekonomi
Kehidupan Ekonomi yang dirasakan oleh bangsa papua sejak kedatangan Indonesia ke papua mengalami kemerosotan, khususnya dalam bidang perkebunan dan nelayan serta berburuh. Bangsa papua pada awalnya merupakan berkebun nelayan cari ikan, tetapi setelah indonesia datang ke papua, perdagamgangm perkebunan petanian dan berlajar cari ikan dimonopoli oleh indonesia, akibatnya harga akibatnya terjadilah hidup ketergantungan dan ekonomi diambil ali oleh klonial Indonesia orang Papua jadi miskin, lupa berkebun dan lupa cari ikan.

4. Perubahan dalam Bidang Budaya
Kehidupan budaya bangsa Papua sejak kedatangan ko,onial Indonesia dan bangsa asing banyak mengalami perubahan. Budaya Barat berkembang secara meluas, bahkan merusak sendi-sendi kehidupan budaya tradisional yang dimiliki oleh bangsa papua. Sebagai contohnya, kebiasaan minum minuman keras yang dilakukan oleh golongan bangsawan dan orang Indonesia kebiasaan pencuri atau korupsi . Kebiasaan tersebut bukan milik asli bangsa Papua, tetapi kebiasaan yang berlaku di kalangan bangsa Indonesia dan bangsa barat serta yang dibawa oleh para kolonial indonesia.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kolonialisme indonesia adalah sebagai berikut:
• Adanya keinginan sebagai bangsa yang istimewa. Biasanya disebut chauvinis atau merasa dirinya sebagai bangsa yang istimewa, rasa angkuh yang berlebihan, dan memandang rendah kepada bangsa lain.

• Adanya keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat. Hal ini ditunjang dengan memiliki peralatan perang yang lengkap kemudian ingin membuktikan kekuatannya kepada bangsa lain.

• Adanya keinginan untuk mencari sumber kekayaan alam serta tempat memasarkan hasil industrinya. Negara yang melaksanakan imperialisme biasanya hanya sedikit memiliki sumber daya alam, untuk itu mereka berusaha mencari daerah baru yang memiliki sumber daya alam untuk diambil dan dikuasai. Kemudian daerah tersebut dijadikan sebagai tempat untuk memasarkan hasil-hasil industrinya

• Adanya Keinginan untuk menyebarkan agama dan ideologi. Pada umumnya negara imperialis merasa bahwa agama dan ideologinya merupakan yang paling benar. Oleh karena itu, ajarannya harus disebarkan ke negara atau daerah lain yang dikuasainya.

Kolonialisme Indonesia,Kapitalisme global dan Imperalisme harus dihapuskan dari bumi Cendrawasih. Kita jangan terlena dengan praktek -praktek klonialisme dan kapitalisme golobal mencuri dan merampas dan menguasai semua aspek kehidupan kita. kita tidak boleh terlena ada dalam hegemoni kolonial indonesia, terus menerus merampas sumber daya alam yang melimpah sadar dan bangkit melawan.

penulis aktivis KNPB ones suhuniap

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top