ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

ft doc:jeritaan dan tangisan mama papua di atas tanah leluhur ku west papua


Jeritaan dan kerinduan ibu sangat mendalam tiada berakhir untuk bangsa west papua dengan melihatnya kondisi hidup generasi penerus bangsa.  Dalam keadaan zona darurat tanpa salah apa-apa di atas hak hidup tanahnya sendiri. Yang di lakukan oleh orang-orang tidak di kenal tanpa jejak hidup diatas tanah leluhur ku west papua, di jembatani segelintiran pengambisian kekayaan alamnya.
Ibu berkulit hitam berpakaian darah merindukan semua pengambisian di depan matanya; dengan jerih payahnya manusia yang terlahir dari rahim ibu berkulit hitam pun juga sangat membabi butakan. Memotong leher, tikam pake pisau, di tembusi senjata belur darahnya menampias membasahi rerumputan di samping warna hijau menjadi merah. Hukum dan membantaian tanpa bersalah dimana hidup mereka. Menyakiti di hati ibu dan tangisan air mata di pipi ibu saya berderai membasahi muka bumi papua dengan mendalam.
Melihat di mata ibu berbagai jerita bangsa papua, di buat oleh Negara penjajahan di matanya sendiri sangat menyakiti hati terdalam. Ibu tidak membiarkan kejadian-kejadian derita menyakiti, ibu selalu berdoa dan berusaha untuk membebaskan generasi yang di lahirkan melalui rahimnya sampai mereka bebas dari berbagai jerita dan derita bangsa papua barat.
Ibu berkulit hitam diatas tanah papua dia tau jejak hidup bangsa itu sendiri, dari awal pencipta sampai hingga kini berjalan. Dan ibu tau persis harapan generasi bangsa akan bebas dengan simbol harapan sampai bebas pulih kembali awal tercipta oleh Allah. Doa dan restu ibu tidak membiarkan kepada penciptanya untuk meminta keselamatan membuka jalan bagi generasi bangsa sedang berjuang dimanapun berada akan dengan selamat.
Oleh sebab berbbagai jerita bangsa;  Seorang ibu ( mama saya di daerah saya tanah papua) di hutan belantara papua barat bersuara dan memegang bendera bintang kejora; karena ia rindu melihat tangisan berat pembunuhan yang terjadi di depan dia sendiri. Ia merasa rindu sakit terdalam sebab ia lahirkan untuk hidup diatas tanah papua barat. Memang Bendera bintang kejora bukan karena emosi tetapi dia tidak mau lihat realita pembunuhan massal tersebut.  
Mama saya orang diam dan orang tenang tetapi di depan dia banyak pembunuhan masal dari tentara Indonesia maka ibu saya pegang bendera bintang kejora dengan rindu terdalam. Dengan mengesankan harapan generasi kedepan yang medalam. 
 Mama saya pegang simbol harapan kedepanku pasti akan menembusi di tengah cobaan dan godaan, karena doa mama selalu akan terjawab oleh Maha Pencipta sampai berhasil puncaknya. Mama terimakasih atas mimpimu untuk di tanah papua.

penulis: Goo koteka,aktivis papua merdeka angota aliansi mahasiswa papua kk jogyakarta.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top