ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

JUBIR  SHDRP KANAN NATALIS GOO,DAN ANGOTANYA KIRI MARKUS DUMUPA



Jubir SHDRP, Natalis Gouw (Kanan) dan Anggotanya.
(Foto : Alexander Gobai/KM) - See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpu
Jayapura,—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Goo dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.

“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Goo, kepada VIA SMS, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.

Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.

“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.

Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,” (Goo Koteka)


Jayapura, (KM)—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.
“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Gouw, kepada www.kabarmapegaa.com, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.
Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.
“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.
Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,”pungkasnya.(Alexander Gobai/KM)
- See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpuf
Jayapura, (KM)—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.
“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Gouw, kepada www.kabarmapegaa.com, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.
Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.
“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.
Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,”pungkasnya.(Alexander Gobai/KM)
- See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpuf
Jayapura, (KM)—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.
“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Gouw, kepada www.kabarmapegaa.com, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.
Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.
“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.
Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,”pungkasnya.(Alexander Gobai/KM)
- See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpuf
Jayapura, (KM)—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.
“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Gouw, kepada www.kabarmapegaa.com, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.
Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.
“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.
Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,”pungkasnya.(Alexander Gobai/KM)
- See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpuf
Jayapura, (KM)—Dalam mendukung United Libernation Movement For West Papua (ULMWP) agar Papua masuk menjadi anggota Melanesia Spreed Group (MSG), Solidaritas Hukum, Ham dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua, Jumat, (19/06) kemarin,  menggelar Aksi, dan secara spontan dibubarkan oleh aparat kepolisian Abepura sekaligus menangkap Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis dan salah satu anggotanya di bawah ke POLDA, Papua.
“kami memang, belum memberikan surat Izin kepada pihak aparat kepolisian untuk mengadakan aksi ini. Tetapi, usai memberikan keterangan kepada aparat, bahwa tolong memberikan waktu selama 35 menit untuk membacakan surat pernyataan sikap. Tetapi, tidak memberikan. Akhirnya kami ditangkap,”kata Juru Bicara (Jubir) SHDRP, Natalis Gouw, kepada www.kabarmapegaa.com, Sabtu, (20/06)  pagi, tadi.
Kata dia, aksi ini yang digelar kemarin, bahwa untuk memproses kekerasan yang terjadi di Papua, yang sampai saat ini belum ada kejelasan, seperti khasus paniai berdarah, yahukimo, dan wamena. Tetapi, juga aksi itu mendorong dan mendukung ULMWP agar Papua masuk menjadi anggota MSG,”tandasnya.
“kami memunyai tujuan hanya itu saja,”katanya.
Lanjutnya, setelah dibubarkan, dibawah pimpinan SHDRP mengadakan doa bentuk dukungan agar Papua masuk ke dalam anggota MSG, di Asrama Nayak 1, Kamkey, Abepura, kemarin,”pungkasnya.(Alexander Gobai/KM)
- See more at: http://www.kabarmapegaa.com/2015/06/aparat-bubarkan-aksi-shdr-untuk.html?fb_action_ids=393866210807957&fb_action_types=og.comments#sthash.0qBaddmO.dpuf

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top