ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

ft doc:Ra Goo

Oleh
Goo Rafael

Sebuah jalan menapaki kedamaian dan kehidupan manusiawi
Papua sering dikenal orang sebagai tanah yang subur dengan konflik dan kekerasan. Hal itu terlihat nyata dalam setiap-tiap ranah kehidupan. Baik itu dalam kehidupan personal, keluarga, komunitas, penguyuban maupun dalam semua komponen peri kehidupan. Penyebab konflik yang berkepanjangan dan selalu terjadi mengakibatkan berbagai macam korban berjatuhan dalam skala yang besar.

Sekarang mengapa terjadi semuanya itu? Siapa yang menyebabkan dan apa solusi terbaik untuk kita merdam serta meng-akhirinya? Agar tidak terjadi kekerasan yang selalu memakan korban. Untuk itu yang paling pertama dan utama adalah jangan ada sistem dualisme dalam setiap orang juga dalam hidup berkomunitas.

Yang dimaksud dengan sistem dualisme adalah manusia-manusia yang mendua hati atau bercabang lidah. Yang menganut faham kekerasan, keampuhan dan kedegilan. Untuk membumi-hanguskan, untuk menghancurkan dan mengacaukan kehidupan yang bernotabene. Adil, jujur dan damai.
Untuk itulah, kehadiran Dialog damai Papua-Jakarta. Bagi siapa yang menolak dialog adalah orang yang menganut faham dualism, yang dalamnya dilimpahi oleh jiwa-jiwa animal.
Dialog damai pantas diaksanakan

Situasi sekarang, setiap kalangan atau komponen orang Papua maupun non Papua teristimewa Aparat Keamanan dengan Masyarakat sipil Papua di tanah Papua sangat memprihatinkan. Karena dalamnya hidup bagaikan anjing-kucing. Maka kehadiran dialog jangan dipandang dengan sebelah mata oleh kedua belah pihak bertikai. Dengan alas an. Dengan jalan mempertahankan masing-masing pendiriannya. Aparat keamanan mengatakan NKRI harga mati dan masyarakat sipil Papua mempertahankan Merdeka (M) harga mati. Sekarang kapan titik penyelesaian masalanya?

Jangan hanya berjiwa menyalurkan dan membumi-hanguskan tetapi jadilah manusia yang benar-benar memertahankan dan memelihara hidup dan kehidupan demi tanah dan manusianya. “itulah jalan adanya sebuah dialog Papua-Jakarta”. Sehingga mari kawan jangan kita hanya jalan mengomel dan tangis seperti tikus basa di belakang saja. Tetapi kita jalan menapaki kedamaian dan kemanusiawian kita. Dengan jalan mengakui dan bersatu untuk mendorong dialog damai ini.

Mengapa tolak dialog?
Jiwa setan adalah jiwa menghancurkan dan mangcaukan. Kebenaran adalah abdi dan mutlak menang. Pertanyaan di atas “menapa tolak dialog?” adalah sebuah renungan yang harus direnungankan oleh setiap komponen masyarakat dan aparat keamanan.

Maka dengan adanya dialog percaya saja akan tercipta tanah Papua yang aman dan damai sebagai dambaan dari setiap orang atau manusia di belahan dunia.
Kan Tuhan ingin supaya dunia harus damai.
Jangan sampai Negara ber-Tuhan, benci damai.
Berarti benci Tuhan juga.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top