ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Rakyat Papua Barat menuntut "Self-Determination."


Sebagai rakyat Papua Barat, kami hanya takut pada Tuhan Allah Bangsa Papua.
Sebagai pejuang "Self-Determination," kami lebih memilih mati demi Bangsa Papua dari pada menjadi budak yang terselubung. Senjata kami adalah Iman Takut akan Tuhan, kami menyelamatkan Surga Tuhan dari cengkraman Iblis yang mementingkan Ekonomi-Politik dan Nafsu menjajah Wilayah Lain.

Rupiah menghujani anak manusia yang jiwanya tergoda oleh rayuan Iblis. Silahkan, lakukan saja. Kalian hanyalah siksaan berujung pada Neraka, menjadikan Rupiah adalah Raja. Sebagai pejuang "Hak Penentuan Nasib Sendiri," kami meng-Iman-i Tuhan dalam jiwa anak manusia, menjadikan Tuhan Allah Bangsa Papua sebagai raja dalam hidup kami. Silahkan cari kami, jual kami, selalu tidak percaya pada kami, menyangkal kami. Sesungguhnya, kami adalah sahabat yang mempunyai rindu akan kebebasan penuh.

Sahabat, mari! Satu gandeng satu, kita adalah Tanah Papua, kita adalah Hutan Papua, kita adalah Laut Papua, kita adalah Danau, Sungai, Rawa, Gunung, Pesisir Papua, kita adalah isi bumi Papua, kita adalah sahabat Papua untuk LAWAN.

Setelah engkau menjual kami, menyangkal, tidak percaya, tidak menyadari diri maka, selanjutnya kamu yang akan menjadi target orang asing. Sahabat, kami adalah "satu Papua," bukan orang asing seperti mereka.
Rupiah yang membanjirimu adalah hasil bumi Papua yang mereka kelolah dan kemudian balik menipumu, membunuh suara Tuhan dalam jiwamu, agar balik bunuh kami yang punya rindu sama.

Kami tidak takut pada diri Yudas, Simon Petrus, dan Thomas bahkan pada Iblis. Kami hanya takut pada Tuhan Allah bangsa Papua. Tiga Tokoh dalam alkitab tersebut ada untuk menggenapi maksud Allah. Dan kami pun memahami diri, Identitas yang diwarnai oleh maksud Allah.
Kami bukan penghianat bangsa Papua, aktivitas kami merupakan darah juang rakyat Papua Barat, leluhur pejuang kemerdekaan Papua Barat sedang tersenyum dan selalu bersama langkah juang kami.

Akhirnya "sa sadar, ko adalah asing." Ko adalah asing wahai Penjajah, Ko adalah asing wahai Imperialis, Ko adalah asing wahai Militer Indonesia.
Kalian datang merampok Isi Bumi Papua dan membunuh Anak Adat, sang pemilik Wilayah Adat yang kau sebut; Separatis, Teroris, Makar, Kera, dan lainnya.

Engkau merampok isi Bumi Papua dan kelolah, kemudian datang menipu saya untuk menjual sahabat saya, menghianati, membuat saya tidak percaya, bahkan saya menyangkal mereka. Mereka adalah sahabat saya.

"Ko adalah Asing." Karena, ko adalah Ilegal secara Hukum dan Politik. Ko tidak manusiawi. Karena, ko hanyalah korban bagi Iblis, berkepentingan Ekonomi-Politik dan Nafsu menjajah Wilayah Lain.

Sejarah Papua Barat menyatakan bahwa Asli Orang Papua berhak atas Tanah Adat dan tidak ada yang bisa menutupi, membatasi Hak Asasi Manusia Papua sebagai anak adat di Tanah Adat Papua.

Negara Penjajah Indonesia akan memainkan watak menjajah kepada dunia. Kami semakain penasaran dan semangat kami semakin bertambah untuk terus menunjukkan kepada rakyat di Dunia untuk membuka mata hati, hidupkan suara Tuhan dari berbagai Agama. Kami mau mati karena, ditembak, diculik, ditangkap demi bangsa Papua. Dari pada, menjadi budak terselubung yang pada akhirnya akan mati juga di neraka.

Hari ini, angkah kelahiran menurun, angka kematian terus meningkat bagi Asli Orang Papua. Nona Papua banyak yang melahirkan dengan beroperasi, Pil Obat untuk memandulkan sperma aktif laki-laki pun diciptakan, penderita HIV/AIDS dibiarkan dan didanai, Pendidikan menguatkan sistem kepunahaan dan memperpanjang penderitaan, transmigrasi terus terjadi, Militer Indonesia mengkawal agenda "NKRI Harga Mati," dan memainkan proyek, bisnis terselubung.

Ini semua terjadi di depan mata rakyat Papua Barat.
Transmigrasi sesungguhnya adalah Imigran Ilegal. Imigran Ilegal akan menjadi TKI Ilegal, sadarlah bahwa kalian juga Korban. Imigran ada dimana-mana, depan, belakang, atas, bawah, kiri, kanan, pemandangan yang indah adalah memandang para Imigran Ilegal. Kami menjadi benalu di atas Tanah kami, kami menjadi konsumtif di atas Tanah Pertanian yang subur. Hari ini, kita akhiri dan mari! LAWAN.

Cara melawan banyak. Tetapi, ini cara Sederhananya.
1. Tidak menjual Tanah Adat, hiduplah dari kelolah Tanah. Bukan dari menjual Tanah. Karena, Tanah adalah Mama Papua milik generasi anak adat Papua kedepan.
2. Tidak menjual, menyangkal, atau percaya pada sahabat Papua yang memperjuangkan harapan rakyat Papua Barat. (Jangan jadi Yudas, Thomas dan Simon Petrus)
3. Tidak hidupkan paket-paket yang ditawarkan oleh Penjajah Indonesia: Otsus, Up4b, UU. Desa, Raskin, Dana Bos, BanPol, Dan Sejenisnya.
4. Takut akan Tuhan dan tidak aktifkan budaya luar termasuk Minum-minuman beralkohol.
5. Memahami Sejarah Papua Barat. Bukan, Sejarah Penjajah Indonesia.

Angkat tangan kiri dan genggamkan, katakan sekeras-kerasnya dalam hati, "LAWAN, LAWAN, LAWAN!"


Port Numbay, Mamta, West Papua, 19 April 2015.

#Sonny Dogopia*)

Salam Pembebasan!
Salam Revolusi!


Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top