ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



Foto Doc: Goo Koteka Freedom


Berbagai kejahatan terhadap  kemanusiaan terus terjadi di papua. Sejak papua di aneksasi oleh Indonesia 1 mei 1963, berbagai operasi militer, pembersihan wilayah, penangkapan, pemenjarahan bahkan pembunuhan di lakukan militer (TNI/POLRI) demi keutuhan Negara kesatun republic Indonesia (NKRI).

Dengan lahirnya mambesak yang di pelosori oleh Arnold Ap,Sam Kapisa memberikan inspirsi yang kuat dan membangkitkan nasionalisme bangsa papua,sehingga perlawananpun semakin lama mulai menguat di daerah-daerah papua lainnya. Karena Indonesia menangap gerakan ini sangat membahayakan sehingga mereka menangkap Arnold Ap dan membunuhnya tanpa alasan politik yang jelas.

Kemudian gerakan mahasiswa papua lainnya adalah pada tahun 1996, di  jayapura-Abepura mahasiswa uncen di bawah pimpinan Benny Wenda aksi melakukan protes atas kematian Al.Dr Thomas Wanggai yang tidak wajar, “setelah di berikan racun dengan minuman”.

Pada tanggal 1 desember 1999, Theis mencetuskan Dekrit Papua Merdeka serta mengibarkan bendera bintang kejora. Lalu pada mei-juni 2000 ,ia mengadakan Kongres Nasional II Rakyat papua barat, yang lalu di kenal sebagai kongres rakyat papua, kongres ini telah berhasil melahirkn sebuah Manifesto Hak-Hak dasar rakyat papua, “inti dari manifesto hak-hak dasar rakyat papua dan resolusi kongres 2000 adalah:papua barat harus keluar dari Negara kesatuan republic Indonesia dan mendirikaan  Negara merdeka dan berdaulat sendiri”. Dalam kongres itu,Theys terpilih sebagai ketua dewan peresidium papua (PDP). Konon ada beberapa faksi dalam Tentara Nasional Indonesia yang kurang suka dengan adanya PDP ini sebab mereka takut bahwa hal ini akan menuju lepasnya papua dari pangkuan NKRI. Pada tanggal 10 november 2001, Theys Hiyo Eluay di culik dan di bunuh oleh komando pasukan khusus (KOPASUS). Akhirnya Theys dimakamkan di sebuah gelanggang olahraga di tempat kelahirannya Sentani pada sebuah tanah ada yang sudah di wafatkan oleh para kepala suku.

Dekade 2010 terjadi penembahkan  kilat terhadap ketua 1 Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni pada 14 juni 2012. Hingga penamgkapaan terhadap aktivis KNPB Wamena dan penembahkan kilat terhadap Kordinator Komisariat Militan K NPB Pusat Hubertus Mabel pada tanggal 16 desember  2012 di wamena. Dan pada tanggal 8 Desember 2014 terjadi pembunuhan luar biasa di paniai oleh TNI-POLRI yang mengakibatkan 22 orang masyarakat sipil di aniaya 5 orang siswa SMA meninggal dunia dan 17 lainnya luka-luka krisis.

Dan masih banyak lagi berbagai kasus kejahatan tehadap kemanusian yang di lakukan militer (TNI?POLRI) terhadap rakyat papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

Kenyatan akan kejahatan terhdap kemanusiaan yang masih terus terjadi di papua yang di lakukan oleh militer  ( TNI/POLRI) terhadap rakyat papua.

 Maka itu, rakyat papua menuntut dan mendesak rezim pemerintah Indonesia untuk segera:
1.berikan kebebasan dan hak mentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat papua!
2.menarik militer Indonesia (TNI/POLRI) organik dan non organic dari seluruh tanah papua untuk menhentikan segala bentuk kejahatan terhaap kemanausiaan oleh Negara indonesia terhadap rakyat papua.
rakyat papua untuk bersatu dan berjuang merebut cita-cita pembebasan sejati rakyat papua dan bangsa papua barat.


*oleh Yesaya Koteka Goo, aktivis Papua Merdeka Angota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota jogyakarta.

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top