ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



 
foto doc:paniai berdarah


PANIAI BERDARAH, Pada hari senin tertanggal 07-08/12/2014 di enarotali paniai papua adalah bagian dari pelanggaran sangat berat dapat di lihat dari berbagai sudut pandang kedudukan masyarakat setempat, di rangkai dari tiga pokok permasalahan perlu dikaji. Sesuai di lakukan Oleh Teroris Militer TNI/POLRI/BRIMOB/INTEL/BIN/BAIS Indonesia Kolonial sebagai aktor utama, melepaskan hujan Peluru secara brutal terhadap Masyarakat tak bersalah dan tak bersenjata, di tempat keramaian pasar umum enarotali dan terhadap siswa SMU pada saat ke sekolah. Menewaskan 5 Orang siswa di tambah 2 anak kecil menjadi 7 orang dan lain belum diketahui. Dan 17 orang lain luka-luka rawat di Rumah sakit Madi dan masyarakat kena peluru lainnya banyak masyarakat di rawat rumah sendiri keluarkan peluru secara adat.

“Rakyat Papua Menyampaikan Teroris Militer TNI/POLRI/BRIMOB/INTEL/BIN/BAIS bawahan sampai semua pimpinan bertugas dipaniai segera cabut di pecat secara Hukum”

Papua Paniai Berdarah dapat di rangkai dari tiga pokok permasalahan perlu dikaji sedalam-dalamnya, dapat dipaparkan yaitu; Pertama Pelanggaran HAM, Kedua Pelanggaran AGAMA, Ketiga Pelanggaran PENDIDIKAN.

PELANGGARAN HAM

PANIAI BERDARAH adalah bagian dari pelanggaran hak asasi manusia yang sangat berat. Tembak Buang Peluru senjata bagai hujan Brutal arah sembarangan terhadap masyarakat kulit hitam di buat dan dilakukan oleh Teroris Militer TNI/POLRI/BRIMOB/INTEL/BIN/BAIS Indonesia Kolonial Pada hari senin tertanggal 07-08/12/2014 di enarotali paniai papua.

Telah bunuh dari lepas landas hujan peluruh senjata Militer Menewaskan 5 orang siswa dan 2 anak SD kecil, telah dikubur makamkan oleh masyarakat, tetapi lain belum diketahui. Dan 17 orang kena peluru senjata brutal sedang rawat di Rumah Sakit dan masyarakat lain kena hujan peluru rawat dirumah sendiri.

Adalah pelanggaran Hak asasi manusia lainnya pelanggaran hak hidup pada manusia tak bersalah, dapat diusut hukum nasional dan internasional. Sebab kejadian bencana buatan masyarakat tidak berbuat masalah apapun terhadap militer tetapi Militerlah yang cari masalah terhadap masyarakat.


PELANGGARAN AGAMA

Di balik Paniai Berdarah terjadi dalam bulan desember adalah bulan kelahiran Yesus Tuhan selalu dirayakan oleh umat kristen sedunia. Dan orang-orang yang telah di bunuh tewaskan dan dilukai kenakan oleh hujan peluru buatan Teroris Militer TNI/POLRI/BRIMOB/INTEL/BIN/BAIS Indonesia Kolonial semuanya masyarakat umat Kristen. Selagi pula masalah beranjak mulai dari pukulan tiga orang anak Kristen kecil menjaga Pos Natal sambil pasang lagu natal, sambil berkata “disini tidak ada yesus dan santa maria oleh militer, genggaman sms”, sesuai dengan kronologisnya.

Andy Mogopia > FORUM DEIYAI'NEWS PAPUA
INFO,,TERAKHIR...AKIBAT DEMO MASSA MASYARAKAT KAB. PANIAI 7 ORG KORBAN,,,AKAR MASALAH, MALAM JAM 8-9 ANAK-ANK MENYANYI DIKANDANG NATAL BUATAN MEREKA DI TURUNAN DEPAN PERUMAHAN DPRD KAB PANIAI SEBELAH BAWA, SEMENTARA ITU, MOBIL FORTUNER PUTIH MILIK BRIMOD LAGI LEWAT KEMUDIAN ANAK-ANAK SEDANG MENYANYI DIKANDANG NATAL,,,SETELAH 1 JAM KEMUDIAN TIBA-TIBA MUNCUL MENDADAK TIMSUS DARI MADI DAN TERJADI PENGEJARAN TERHADAP ANAK-ANAK YANG LAGI SEDANG PUTAR LAGU ROHANI DIKANDANG NATAL DI DEPAN PERUMAHAN DPRD MADIH,,,,,, AKHIRNYA UTK MENANGGAPI ATAS KASUS yang TERJADI MALAM SEKITAR PUKUL 8 ATAU 9 MALAM ITU MAKA MASYARAKAT KAB.PANIAI DEMO SEMARAK AKHIRNYA 7 NYAWA RAKYAT SIPIL YANG TAK TAHU MENAHU MENJAD KORBAN, DEMIKIAN

PELANGGARAN AGAMA adalah perlu kaji usut di mata dunia, sebab Negara colonial Indonesia adalah Negara agama islam merasa berkuasa akhirnya Bulan desember hari raya umat Kristen adalah bulan Papua Paniai berdarah. Di lakukan oleh Teroris Militer TNI/POLRI/BRIMOB/INTEL/BIN/BAIS Indonesia Kolonial.

PELANGGARAN PENDIDIKAN

Dibalik Paniai berdarah sebagai bagian dari pelanggaran Pendidikan. Sebab yang telah tembak menewaskan 5 orang adalah siswa SMU Negeri 1 Paniai timur dan 2 orang anak kecil anak SD, sedang pendidikan, menjadi 7orang siswa. Yang tertembak meninggal adalah tembus peluru di pakaiaan seragam SMU adalah Militer membunuh Pendidikan dan membunuh generasi bangsa.

Kejadian pelanggaran tersebut dapat dikaji sedalamnya, Militer penembak pun juga pernah pake baju seragam untuk pergi kesekolah dengan cita-cita ingin jadi militer. Memang militer pelaku adalah tergila terbuai dengan minuman anjing jilat, pemberani.

KRONOLOGIS

Oktopianus Pogau, suarapapua.com; Kronologisnya, kataYones, sekitar pukul 01.30 Wit subuh, sebuah mobil hitam jenis fortuner melaju dari Enaro menuju kota Madi, yangdiduga dikendarai oleh dua oknum anggota TNI yang biasa disebut dengan Tim Khusus TNI.

Karena melaju tanpa menyalakan lampu mobil, tiga warga sipil, yang diketahui masih berusia sekitar 12 – 13 tahun menahan mobil tersebut, dan meminta lampu mobil dinyalakan, karena warga juga sedang menjaga keamanandi masing-masing pondok natal.

“Anak-anak muda ini berjaga-jaga di pondok natal yangmereka buat, karena itu mereka tahan mobil tersebut, dan minta lampu dinyalakan, agar mereka bisa tahu,” kataYones.

Tidak terima ditahan, beberapa oknum anggota Timsus TNI tersebut kembali ke Markas TNI di Madi Kota, dan kemudian mengajak beberapa anggota TNI kembali ke Togokotu, tempat ketiga anak dibawah umur tersebut menahan mereka.

“Mobil ini kembali bersama beberapa anggota TNI, dan melakukan pengejaran terhadap tiga anak kecil tadi, dan dua orang lari, kemudian yang satunya dipukul hingga babak belur dan pingsang, kemudian warga melarikan anak ini rumah sakit,” kataYones.
Pagi harinya, warga Paniai berkumpul, dan meminta aparat melakukan pertanggung jawaban terhadap anak kecil yang dipukul, dan melakukan pembakaran terhadap mobil fortuner yangmalam harinya diketahui melakukan penyerangan terhadap tiga warga tersebut.

“Masyarakat berkumpul di lapangan Karel Gobay, tapi belum dilakukan pembicaraan, aparat gabungan TNI dan Polri langsung melakukan penembakan secara brutal, dan empat orang tewas ditempat, dan sekitar 13 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit, dan kritis saat ini,” kata Yones.

Menurut Yones, ketiga warga sipil yang ditemui oleh timsus TNI malam hari, maupun empat warga sipil yangdi tembak di lapangantidak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik, apalagi Organisasi PapuaMerdeka (OPM).

“Saya tahu betul tiga anak yangmalam dipukul, dan dikejar itu bukan anggota OPM, apalagi keempat warga sipil yangditembak, mereka sama sekali bukan anggota OPM, jadi kalauada yangputar balik bahasa bilang mereka adalah anggota OPM maka saya katan itu tidak,” kata Yones.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi, Pudjo Sulistiyo, saat dihubungi suara papua.com, siang ini, via telepon selulernya mengaku sedang melakukan pemantauaan.
“Sedang kita checkom okto,” jawab Kabid Humas singkat kepada media ini.

NAMA NAMA YANG TEMBAK MATI, DAN MASIH RAWAT DI RUMAH SAKIT PANIAI

NAMA-NAMA YANG TEMBAK MATI :
Simon Degei berusia 18 tahun. Ia sekolah di SMA Negeri 1 PaniaiTimur dan saat ini berada di Kelas III. Ia ditembak mati di tempat kejadian dan saat ini masih dijejer bersama mayat lainnyadi lapangansepak bola Karel Gobay.
Otianus Gobai. Ia berusia 18 tahun. Otianus siswa SMA Negeri 1 PaniaiTimur, Kelas III, mengenakan baju sekolah, Osis. Ia ditembak mati di tempat.
Alfius Youw berusia 17 tahun. Ia juga adalah siswa SMA Negeri 1 PaniaiTimur, Kelas III. Tampak di foto, dia mengenakanbaju olahraga biru. Sama dengan tiga lainnya, ia ditembak mati di tempat.
Yulian Yeimo berusia 17 tahun. Ia belajar di SMA Negeri 1 PaniaiTimur. Saat ini berada di kelas I. Ia meninggaldi RSUD Paniai.
Abia Gobay berumur 17 tahun. Ia juga siswa SMA Negeri 1 PaniaiTimur. Seperti 3 rekan lainnya, ia berada di Kelas III. Abia ditemukan tewas ditembak di KampungKogekotu, sebelah lapangan terbang, sekitar 400 meter dari Kantor Polsek Enarotali. Mayat Abia Gobay telah dibawa pergi ke rumah oleh keluarga. Malam ini tidak dijejer bersama mayat empat rekannya. 2 orang anak SD belum tau nama dan juga masyarakat meninggal kena hujan peluru yang lain belum di ketahui.

NAMA-NAMA YANG MASIH RAWAT DI RUMAH SAKIT PANIAI :
1. Oni Yeimo (Pemuda) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
2. Yulian Mote (25 tahun, PNS) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
3. Oktovianus Gobay (Siswa SMP Kelas I) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
4. Noak Gobai (Mahasiswa di STIKIP Semester V) dirawat di RSUD Paniai.
5. Bernadus Magai Yogi (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
6. Akulian Degey (Siswa SMP kelas 1) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
7. Agusta Degey (28 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD.
8. Andarias Dogopia (Pemuda) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
9. Abernadus Bunai (Siswa SD kelas IV) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
10. Neles Gobay (PNS) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
11. Jerry Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
12. Marice Yogi (52 tahun, Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
13. Oktovianus Gobay (Siswa SD kelas V) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
14. Yulian Tobai (Satpam RSUD) dirawat di RSUD Paniaidi Madi, kritis.
15. Yuliana Edoway (Ibu Rumah Tangga) dirawat di RSUD Paniaidi Madi.
16. Jermias Kayame(48 tahun, Kepala Kampung Awabutu) dirawat di RSUD.
17. Selpi Dogopia (34 tahun).

Masyarakat yang kena hujan peluru senjata militer luka-luka lain rawatdi rumamasing-masing obati secara adat,perlu di ketahui di kalangan masyarakat.
yesaya koteka goo,mahasiswa papua sedang kuliah jogyakarta

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top