ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



 

Foto: AMP Wilayah Jawa Tengah di Yogyakarta tuntut "BEBASKAN PASANGAN JURNALIS ASAL PRANCIS"/Dok. B-TPN

Buletin TPN, Kota Kolonial -- Senin, 13 Oktober 2014, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Wilayah Jawa Tengah, Kota Kolonial Indonesia menggelar aksi Demonstrasi (Demo) damai di Yogyakarta dengan empat tuntutan, salah satu yang utama adalah Pembebasan Pasangan Jurnalis Asal Prancis, Senin (13/10) waktu pagi sampai dengan siang kota Kolonial.

Aksi Demo long march dari Asrama Papua Yogyakarta hingga titik "0" km. di Pusat kota Yogyakarta-Indonesia, depan kantor BNI Pusat, Memteng Malioboro.


Massa dengan perlengkapan aksi. Yaitu; Poster dengan tajuk "FREE, Jurnalis Asal Prancis; Thomas Dandois dan Valentine Bourrat." Tali Komando, Pengeras suara, pickup, Kamera, Generator genset, Mic, Selebaran, jam tangan, bolpen, dan Spanduk spanduk bertuliskan "Bebaskan Thomas Dandois, Valentine Bourrat, dan berikan kebebasan bagi jurnalis asing di Papua Barat."


Aksi demo tersebut dimulai Pukul 09:00 Waktu Kolonial (WK) sampai pada Pukul 12:30 WK.


Koordinator Lapangan (Korlap), DJ, JG, dan AS menuturkan kata-kata yang sesuai, sesuai fakta sambil massa long march.


Terlihat lima truk Polisi, dua mobil sabara jenis kijang, 2 mobil yang dimodif untuk penahanan jenis LC 200, beberapa motor sabara, satu truk gegana milik brimob dan satu mobil yang dimodif untuk penahanan jenis strada 400wd, sudah ada di depan titik star dan berjalan sampai titik nol km.


"Saya merasa sangat tertekan dengan situasi darurat yang dibuat oleh pihak keamanan dengan cara mereka ini," kata massa aksi, Merry T saat ditemui B-TPN.


Korlap memberikan kesempatan berorasi saat long march kepada massa aksi.


Satu massa aksi mewakili untuk berorasi sambil long march dan satunya saat hendak berhenti di Pasar, jalur long march tersebut.


Keduanya membeberkan kejahatan Negara Indonesia melalui militer yang kenyataanya melindungi Imperialis, kapitalis. Sehingga Indonesia adalah negara yang menjajah Papua Barat dan membuka pintu untuk berbagai pencuri merampok isi dari Bumi Papua dan membunuh Manusia Papua.


"Kenapa wartawan lokal di batasi dalam tiap peliputan mereka, kenapa Jurnalis asing memakai visa touris dan tidak memakai visa wartawan, kenapa Jurnalis asal Prancis ini ditahan. Berarti Negara Indonesia sendiri membuktikan bahwa ada yang dia sembunyikan," kata kedua massa aksi yang diberi kesempatan dan dikutp B-TPN.


Pukul 11:00 WK massa aksi tiba di titik nol kilometer.


Massa membentuk lingkaran, mengelilingi pickup yang sudah dipasang pengeras suara. Dan masih terlihat ketiga korlap di atas pickup sambil berorasi.


Korlap memberikan kesempatan pada AMP Komite Kota Semarang-salatiga, Solo, Jogja, Perwakilan Pemuda Papua, Perwakilan Perempuan Papua, Perwakilan Koordinator Pelajar dan Mahasiswa Papua di Yogyakarta, Simpatisan-solidaritas dan sebelum ditutup dengan doa, pembacaan pernyataan sikap dibacakan dengan tegas oleh Koordinator Umum, Kogedi Keiya.


Semua orasi tidak terlepas dari pembungkaman demokrasi yang dilakukan oleh Negara Indonesia hingga sampai pada penahanan wartawan asal Prancis tersebut, sejarah panjang Papua Barat, dan kehadiran Indonesia di Papua bersama pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dimulai pada 19 Desember 1961 hingga sampai pada saat ini.


"Kami minta atas dasar kebenaran, Kami minta keadilan ditegkan, bebaskan Pasangan Jurnalis asal Prancis dan beri kekebasan bagi wartawan asing lainnya agar mereka melihat bahwa Militer Indonesia sudah dan terus memperkosa perempuan Papua yang ditipu, ditekan, diintimidasi, ditodong, dan lainnya," kata perwakilan perempuan papua yang tidak jauh beda dengan orasi lainnya.


Nonton! Ini Pernyataan Sikap:

https://www.youtube.com/watch?v=MDhFmlaxuGg&feature=youtu.be

Press Release:
Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh perintah Indonesia, melalui aparat negara TNI-POLRI dengan melarang adanya kebebasan bereskpresi bagi rakyat papua dimuka umum, penagkapan disrtai penganiayaan terhadap aktivis-aktivis pro kemerdekaan Papua Barat.

Keadaan yang demikian; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasinya indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia.

Dan berbagai kasus kejahatan terhadap kemanusian yang dilakukan TNI-POLRI  terhadap Rakyat Papua lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.

Selama 52 tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah melarang semua Wartawan asing memasuki Papua Barat dalam upaya untuk menutupi kekejaman yang dilakukan Oleh pemerintah Indonesia

Tahun lalu, perdana Mentri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan bahwa sekarang pemerintah Indonesia memungkinkan media internasional untuk mengunjungi Papua Barat dan Gubernur Papua Lukas Enembe juga mengatakan akan menyambut baik wartawan asing untuk mengunjungi Papua Barat.

Namun nyatanya pasangan Jurnalis asal prancis Thomas  Dandois dan Valentine Bourrant di tangkap pada tanggal 6 Agsutus lalu, dan dituduh menyalahgunakan visa kunjugan, mereka terancam dengan pasal 122 A undang-undang imigrasi No 6 tahun 2011 tentang izin Tinggal dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 500 juta. 

Thomas Dandois dan Valentine Bourrat berada di papua Barat dengan Tujuan membuat sebuah Film Dokumenter tentang situasi nyata di Papua Barat.

Dengan Penengkapan terhadap Thomas Dandois dan Valentine Bourrant kedua jurnalis ini membenarkan bahwa kehadiran Indonesia di Papua Barat bertujuan untuk menguasai dan menjajah, tidak untuk membangun Rakyat Papua.

Maka, Aliansi Mahasiswa Papua menuntut dan mendesak pemerintahan Republik indonesia untuk segera:
1.      Bebaskan Thomas Dandois dan Valentine Bourrant  Tanpa syarat
2.      Mengembalikan secarah utuh! seluruh Perlatan Jurnalistik beserta hasil perliputan yang di sita Oleh pihak kepolisian.
3.      Mengizinkan Thomas Dandois dan Valentine Bourrant bekerja kembali  sebagai jurnalistik di wilayah Papua
4.      Berikan Kebebasan bagi Jurnalis asing lainya untuk hadir di Papua
Demikian pressrelease ini dibuat, kami akan terus melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan, penindasan dan penghisapan terhadap Bangsa dan Rakyat Papua Barat. Terima kasih atas dukungan Kawan-kawan jurnalis dalam memberitakan persoalan rakyat Papua demi terciptanya demokrasi di Tanah Papua

Salam Demokrasi!

Yogyakarta, 13 Oktober 2014


Komite Kota Aliansi Mahasiswa Papua ( KK-AMP) Kota Yogyakarta, 2014

Koordinator Umum

Kogedi Keiya


Aksi Demo yang sama juga dilakukan di AMP Wilayah Jawa Timur, Surabaya dan AMP Wilayah Jawa Barat, Bandung. (Admin/B-TPN)




Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top