ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



TANAH MENURUT ORANG PAPUA
foto doc:goo koteka

Oleh goo koteka
Orang Indonesia juga membawah peraturan registrasi  tanah di tanah orang malanesia di papua barat. Jika orang papua memiliki tanah berarti orang papua adalah orang yang merdeka. Orang papua menjaga, mengawasi tanah, pekerjaan, makanan dan hidup orang papua. Jika orang papua melepaskan tanah adatnya dan tidak memilki tanah itu, orang papua adalah budak dan pengemis di tanah papua. Orang papua akan bekerja sebagai budak untuk orang Indonesia di atas tanahnya sendiri hanya untuk mendapat uang dan satu piring nasi dan satu gelas teh manis. Ketika orang papua mengawal, menjaga, melindungi tanah dan bekerja sendiri, maka mereka akan mendapatkan banyak hasil dari tanah itu. Ketika orang papua bekerja untuk orang Indonesia diatas tanah yang dijual itu, maka rang papua akan mendapat hasil yang sangat sedikit dari hasil tanah itu. Karena, tanah itu bukan dari milik orang papua, tetapi beralih tangan ke orang Indonesia.
Tanah memiliki orang yang lebih tinggi dari pada nilai uang. Tanah tidak akan hilang untuk turun-temurun tetapi uang akan dipakai habis. Orang papua yang ingin mendaftarkan tanah kepada orang Indonesia harus memenuhi banyak persyaratan dan peraturan yang berbelit-belit. Orang Indonesia akan berjanji kepada oran papua tapi orang Indonesia tidak akan dan tidak pernah memenuhi atau menepati janji-janji mereka untuk kepentingan dan kelangsungan hidup dan masa depan orang papua dan anak cucu kedepan.
Untuk mendaftarkan tanah adat orang papua, orang papua harus membuang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan uang terkait dengan batas-batas tanah orang papua untuk orang Indonesia. Akan timbul pertengkaran-pertengkaran yang menimbulkan korban waktu dan tenaga, pikiran, atau tanah orang papua harus dibagi dengan orang yang sedang tikai  sebagai jalan pengelesaian damai, bahkan bisa saja hilang seluruhnya.
Ketika orang Indonesia membuat batas-batas tanah orang papua, orang Indonesia akan mendatangkan buku pendaftarn tanah (The Land Registry Book). Orang Indonesia akan menjadi pemilik resmi tanah dengan alasan tanah itu milik Negara dan akan menjadi mudah untuk perusahan asing atau Indonesia dating bekerjasama dengan orang Indonesia untuk kepentingan mereka sendiri. Ini telah melawan nilai budaya dan hokum adat orang papua, Karena yang terjadi adalah tanah ini milik Negara bukan milik orang papua. Sehingga harus dimiliki oleh orang Indonesia dan dikelola untuk kepentingan orang Indonesia, bukan untuk orang papua.
Orang Indonesia sbagai pemilik tanah itu akan memakai tanah yang diambil dari tangan tanah orang papua itu dan mendapat jaminan pinjaman uang dari bank, tetapi hanya untuk hanya untuk kepentingan pengembangan perkebungan coklat, atau kebun kopi. Apabila pemilik tanah itu tidak dapat membayar pinjaman itu kebank, dengan pasti tanah itu akan berahli kepihak yang meminjamkan uang, yaitu bank. Orang-orang papua menjadi penonton tanpa pemilik apa-apa karena telah kehilangan tanah adatnya.
Ada hal lain lagi, jikalau adaorang papua didaftarkan, cepat atau lambat, orang papua harus membayar pajak setiap tahun. Jikalau orang papua tidak membayar pajak tanah itu, orang Indonesia akan mengambil tanah itu untuk milik mereka. Ketika orang papua mendaftarkan tanah itu, berarti tanah itu tidak lagi berada dibawah hukum tanah adat, tetapi di bawah hukum orang Indonesia.
Orang papua pelu sada bahwa hukum adat melindungi tanah dan kelangsungan hidup orang papua. Tapi, hukum orang Indonesia akan melindungi perusahan dan melindungi orang-orang Indonesia yang berada di tanah papua.
Dibawah hukum orang Indonesia, orang Indonesia mempunyai kekuasan untuk mengambil tanah orang papua demi kepentingan orang Indonesia. Dalam hukum adat orang papua, tanah orang papua adalah bagian dari kehidupan keluarga dan itu tidak akan dan tidak pernah diambil dari tangan orang papua. Tapi, ketika orang papua mendaftarkan tanah kepada hukum orang Indonesia, orang papua dengan pasti kehilangan kekuasaan adat dan tanah adat dan tanah orang papua dijadikan alat tawar-menawar dan dijual-belikan dan tanah itu hilang selamanya dari kehidupan orang papua.
Orang Melanesia, orang papua, harus berdiri bersama untuk melindungi  tanah orang papua. Jikalau orang papua kehilangan tanah, berarti orang papua telah kehilangan hidup dan masa depannya. Jikalau orang papua menjual tanah berarti anak-anak dan cucu orang papua tidak mempunyai apa-apa diatas tanah papua ini kedepan.
Nilai-nilai budaya, adat, bahasa, tanah, dan masyarakat papua harus dijaga dalam satu kesatuan yang utuh. Jikalau salah satu dari nilai ini hilang, itu berarti orang papua telah kehilangan semuanya. Orang Indonesia dengan berbagai cara, wajar atau tidak wajar, sudah, sedang dan terus menekan orang papua untuk mengikuti pola dan pandangan hidup orang Indonesia. Dengan demikian orang Indonesia telah menguasai orang papua dalam  segala aspek hidup. Orang Indonesia sebenarnya membunuh dan menhancurkan nilai-nilai hidup dan kehormatan orang papua. Jika orang papua kehilangan harga diri dan kehormatan, maka tidak mungkin dan tidak akan mungkin untuk mengembalikan kehormatan dan pandangan hidup itu. Karena, nilai budaya, nilai adat dan pandangan hidup orang papua itu menyatakan sesungguhnya orang papua itu. Nilai budaya dan hukum adat menolong orang papua untuk hidup sebagai orang Melanesia. Orang papua harus berbangga atas nilai budaya dan hukum adat yang diberikan oleh TUHAN dan di wariskan oleh nenek moyang orang malanesia.
Anak dan cucu orang papua hendaknya mulai belajar lagi tentang pandangan hidup, nilai budaya, dan hukum adat orang papua. Saat menjadi pemuda dan seterusnya, mereka harus belajar tentang pandangan hidup, budaya, dan adat orang papua. Anak dan cucu orang papua ke depan akan memelihara, mempertahankan, mengurus, melestarikan pandangan hidup, nilai budaya, dan hukum adat supaya tetap terpeliara dan terus hidup. Jika orang papua peduli dan mempertahankan pandangan hidup, nilai budaya dan hukum adat serta bahasanya, maka anak-anak dan cucu orang papua mempunyai tempat yang menjadi milik mereka dan mereka akan menjadi bangga dengan kepemilikan itu dan mereka mengetahui dengan benar siapa diri mereka ssunggunya. “secara ekonomis,  tanah dn hutan bersama adalah tabungan jangka panjang orang papua untuk anak cucu. Orang papua tanpa tanah hutan serta lingkungan alam yang lestari akan menjadi orang-orang yang paling malang di tanah kelahirannya.”

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top