ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


YESUS KOYEIDABA PENYELAMAT MANUSIA
                                 Oleh: Yesaya Goo
I.                   MITOS KOYEIDABA
Di sebuah kampung daerah Mee hiduplah satu keluarga yang miskin. Ibunya bernama Kibiwo sedangkan anak-anaknya masing-masing bernama Neneidaba, Nooku dan Yegaku. Pada zaman itu terjadilah kelaparan yang besar di daerah itu.  Pada suatu hari Kibiwo membuang air kencing di pinggir rumah yang warnanya merah, kemudian dia masuk dalam rumah. Ketika seluruh anggota keluarga Kibiwo ada dalam rumah terdengar tangisan seorang anak kecil di luar. Karena itu Kibiwo dan suaminya keluar dari rumah untuk melihat datangnya tangisan itu dari mana dan dari siapa. Setelah mereka keluar ternyata tangisan itu datang dari arah di mana Kibiwo membuang air kencing. Melihat dan mendengar itu mereka mendekatinya, ternyata ada seorang bayi laki-laki. Mereka mengira anak itu dibuang dari keluarga tetangga dan setelah diselidiki ternyata tidak ada yang membuang atau merasa seorang anak kecilpun. Karena iitu suami dari Kibiwo menganggapnya dari setan (AYA YOKA) sehingga ia berkeinginan keras untuk membunuhnya, namun Kibiwo melarang dan memeluknya untuk menyelamatkan anak itu dan mengangkat anak itu sebagai anak mereka. Suami dari Kibiwo memberi nama AYA YOKA (artinya anak setan atau roh). Anak itu selama enam bulan tidak makan dan tidak minum. Pada bulan yang keenam AYA YOKA membuang kotoran yang besar dan yang keluar adalah sejumlah makanan dan tumbuhan. Hal ini diketahui oleh mama dan saudara-saudara yang lain. Oleh karena itu ayahnya memberi nama KOYEIDABA. Alasan pembemberian nama KOYEIDA adalah yang membawah keselamatan bagi keluarga itu bebas dari kemiskinan. Berita tentang KOYEIDABA semakin tersebar dalamm masyarakat, setelah beberapa lama ayah dan mama dari keluarga itu meninggal. Oleh karena bapa dan mama dari keluarga itu meninggal maka segala urusan keluarga diatur dan ditangani oleh KOYEIDABA.  Mulai saat itu KOYEIDABA memproduksi barang-barang seperti mege (kulit kerang, siput atau kulit bia). Pada suatu saat ia memproduksi dua ekor babi. Mereka tinggal terkurung dalam rumah yang dipagari keliling. Sepanjang hari KOYEIDABA tinggal di rumah dan memproduksi makanan dan barang-barang yang lain. Pada suatu saat Yegaku menyintip dia lalu menyebarkan berita itu kepada dua saudara lain. Akhirnya berita itu tersebar luas dalam masyarakat.
 Pada waktu KOYEIDABA hidup dalam berkelimpahan sedangkan orang lain sedang dalam kelaparan. Karena itu mulai dicuragai orang bahwa ialah yang merampas semua bahan makanan untuk keluarganya. Karena itu orang sepakat membunuhnya. Pada saat itu keluarga dan saudaranya Neneidaba dan Nooku diperintahkan oleh KOYEIDABA pergi mengambil Touye Kapogeiye artinya buku kehidupan (Touye Kapogeiye sekarang dipandang sama dengan kitab suci) di tempat yang jauh. Waktu mereka pergi tiba-tiba rumah mereka dikepung, KOYEIDABA melarikan diri ke suatu bukit namun orang berhasil memanahnya dan membunuh di tempat itu. Sebelum menghembbuskan nafas yang terakhir KOYEIDABA berkata:
1.      Saya mau memberikan kamu makanan dan kekayaan namun kamu tidak mengerti saya dan kamu membunuhku karena itu sekarang berusahalah sendiri dengan susah payah.
2.      Peliharalah dua ekor babi itu baik-baik.
Akan tetapi sejumlah orang kembali ke rumah KOYEIDABA untuk membunuh kedua ekor babi itu.  Mereka mengambil kedua ekor babi itu dan memotongnya bersama-sama dengan mayat KOYEIDABA, lalu dimasak kecuali bagian kepala KOYEIDABA dan babi.
Sementara itu Neneidaba dan Nooku pulang dengan membawa Touye Kapogeiye artinya buku kehidupan. Dari jauh terdengar tangisan Yegaku. Setelah sampai di rumah mereka dikepung oleh masyarakat. Neneidaba lari ke arah barat melalui suatu lorong goa sedangkan saudaranya Nooku dengan Touye Kapogeiye melarikan diri ke arah Timur. Namun di tengah jalan ia berhasil ditahan, ia menyerahkan diri dengan mengarahkan ke arah barat dengan syarat dipanah bagian belakangnya. Sementara di panah ia berteriak: “ saya tinggalkan segala hal yang tidak baik” (Tookabu Toogookabu Kiyayaikaine) walaupun ia dipanah namun ia tidak mati disitu melainkan lari terus ke arah Mapia. Versi ceritera lain mengatakan ia ia masuk ke dalam gua lalu tembus ke dunia lain. Orang-orang yang mengejar dari arah barat dan timur kembali ke tempat pemotongan KOYEIDABA dan dua ekor babi itu. Kepala KOYEIDABA dan perut babi menutupi lubang gua bagian timur dan kepala babi yang satunya dengan perut KOYEIDABA menutupi lobang gua di sebelah barat. Setelah itu orang mmembunuh KOYEIDABA pulang ke rumah dengan sorak-sorai (Yuuuwaita).
Maksud mereka membunuh KOYEIDABA adalah untuk mengambil dan memiliki rahasia kekuatannya demi kepentingan mereka karena itu jantungnya diperiksa lebih dahulu untuk menyelidiki apakah jantungnya berbada dengan jantung yang normal. Setelah diperiksa ternyata jantungnya normal saja. Pada siang itu terjadi kegelapan dan pada malam harinya terjadi gempa bumi yang dasyat. Dulunya situasi aman namun sejak itu situasi menjadi kacau, penuh dengan peperangan, penderitaan dan kematian.
Pada waktu KOYEIDABA hidup ia punya rahasia. Benda rahasia itu ia tinggalkan dalam bentuk bungkusan. Pada masa ini orang mencari bungkusan itu dalam Utoumana, bahkan orang Mee menganggap para misionaris Belanda yang datang ke  sini berbuat atau mencari Utoumana itu.
Neneidaba dan Nooku akhirnya sampai di Belanda dan menyerahkan kepada orang-orang Belanda buku kehidupan (Touye Kapogeiye) sehingga mereka mengetahui rahasianya sehingga mereka lebih maju dari pada orang Mee secara khusus dan Papua pada umumya. Tetapi Touye Kapogeiye yang mereka terima orang Belanda hanya lembaran kecilnya saja sedangkan buku aslinya tersembunyi di sekitar wilayah penghunian orang Mee. Karena itulah orang Belanda dating mencarinya
II.               KESELAMATAN MENURUT ORANG MEE
Untuk melihat pengertian keselamatan dalam budaya, bertolak dari mitos KOYEIDABA. Mitos itu menceriterakan seorang tokoh yang bernama KOYEIDABA. Maksud keselamatan dalam budaya Mee dapat saya rumus di baawah ini secara kontras. Maksud keselamatan sendiri adalah tidak terjadinya kesengsaraan. Itu berarti hidup aman, tertib, damai, tenang, dan bersatu padu, tiada peperangan, tiada kelaparan, tiada kemiskinan dan tiadanya penderitaan sedangkan kesengsaraan berarti terjadinya kekacauan, peperangan, kemiskinan, penderitaan, hidup dalam ketidakamanan, dalam ketidaktertiban, ketidakdamaian, ketidaktenagan, pemusuhan (perang suku) dan kelaparan.
III.           SIAPA YANG MEMBAWA KESELAMATAN
Dalam mitos dikatakan bahwa pada waktu KOYEIDABA masih hidup masih menghasilkan benda-benda seperti   makanan, babi, mege (kulit kerang yang berfungsi sebagai uang) dan lain-lain. Ia punya rencana untuk membebaskan dari situasi kesengsaraan, namun mereka terlanjur membunuh dia. Ia juga meninggalkan babi untuk dipihara oleh mereka namun hal itu tidak dilaksakan. Setelah KOYEIDABA meninggal terjadilah kesenggaraan karena itu mereka mendambakan keselamatan pada masa sekarang. Keselamatan nanti akan dibawah oleh KOYEIDABA.
Nooku yang membimbing mereka dalam hidup mereka sekarang ini hanya menyiapkan kedatangan KOYEIDABA jadi di berfungsi sebagai perantara sementara. Pada saatny KOYEIDABA sendiri akan datang untuk memberikan kekayaan dan kemerdekaan. Dalam rangka itulah Nooku menyiapkan kedatangan KOYEIDABA.
Kegiatan itu dengan berbagai cara diantaranya (dalam aliran Utoumana) dengan mempertahankan benda-bbenda asli seperti  petatas (Kadaka nota), babi dan beberapa jenis makanan lainnya. Sebab menurut mereka semua jenis makanan akan hilang kecuali makanan yang ada pada waktu  KOYEIDA masih hidup (makanan asli) kemudian juga menjaga kebersihan, hidup dalam ketenagan, hidup berkelompok, saling membantu, tidak membuat keributan dan perkara. Semuanya itu dilakukan dibawah bimbingan dan perintah Nooku.
IV.           YESUS KOYEIDABA
Dalam suku Mee tokoh yang diyakini sebagai pembawa keselamatan adalah KOYEIDABA. Karena itu KOYEIDABA sering disamakan dengan Yesus atau dengan kata lain Yesus diberi gelar KOYEIDABA bahkan suku Mee meyakini bahwa Yesus adalah KOYEIDABA.
Walaupun demikian tetap ada perbedaan dan kesamaan. Perbedaan dan kesamaannya sebagai berikut: perbedaan yang sangat mendasar adalah seorang tokoh historis sedangkan KOYEIDABA adalah seorang tokoh mitos. Apakah peristiwa KOYEIDABA itu mitos?
KOYEIDABA lahir dalam situasi orang sedang menderita. Dalam situasi itu mereka dua lahir untuk menyelamatkan manusia. Itulah yang menjadi tujuan keduanya. Walaupun demikian dalam hal ini keduanya tetap berbeda secara hakiki. KOYEIDABA memproduksi makanan dan barang-banrang dalam rangka menyelamatkan mereka di dunia, kini dan di sini. Lain halnya dengan Yesus ia melakukan terhadap orang dalam rangka perspektif kini dan kerajaan Allah. Artinya bahwa peristiwa keselamatan yang dilakukan oleh Yesus seperti menyembuhkan orang, memberikan makanan kepada orang bayak dan lainnya itu dilakukan dalam rangka perspektif kerajaan Allah dan mau menunjukan bahwa kerajaan Allah hadir kini dan di sini.
Selain itu dalam hal keselamatan juga dalam mukjizat. Baik KOYEIDABA maupun Yesus melakukan mukjizat. Mukjizat yanggg dilakukan oleh KOYEIDABA  adalah memproduksi makanan dan barang-barang demikian pun  halnya dengan Yesus melakukan banyak mukjizart seperti Yesus memberi makan lima ribu orang dari tiga roti dan satu ekor ikan, menyembuhkan orang kusta dan lain-lain. Walaupun demikian fungsi mukjizat yang dilakukan oleh keduanya berbeda. Mukjizat yang dilakukan oleh Yesus mau mendukung perkataannya bahwa kerajaan Allah hadir  sekarang ini sedangkan mukjizat yang dilakukan oleh KOYEIDABA berfungsi untuk melepaskan orang Mee dari kekurangan dan kelaparan yang mereka alami.
Dejuga dalam hal tubuh mereka dijadikan makanan. KOYEIDABA tubuhnya dipotong-potong, dibagi-bagi dan dimakan. Sama halnya dengan Yesus bahwa dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan dan memakan tubuh-Nya. Walaupun demikian tetap ada perbedaan antara keduanya. Tubuh KOYEIDABA adalah dagingnya yang dapat dimakan sedangkan tubuh Yesus dimaksudkan sebagai lambing kenangan akan Dia. Bahwa KOYEIDABA mau meninggal ia meninggalkan wasiat, amsal, nasehat kepada mereka. Amsal, nasenhat yang lebih lengkap lagi terdapat dalam buku yang dikenal dengan nama Totamana. Ini sering dianggap injilnya mereka. Di dalam iinjil ini terdapat nasehat-nasehat yang berkaitan dengan kerajaan Allah sedangkaan ajaran KOYEIDABA (Totamana) bagaimana hidup di dunia agar lebih baik. Hal lain yang dapat disamakan adalah keyakinan roh yang masih hidup. Sebagaimana roh Yesus masih ada dan sedang berkaya demikian halnya roh KOYEIDABA masih dan masih berkarya sekarang ini.
V.               KESIMPULAN
Karangan ini merupakan suatu usaha mencari keselamatan dalam budaya orang Mee. Oleh karena itu tlah tampak bahwa yang membawah keselamatan dalam budaya oranbg Mee adalah KOYEIDABA. KOYEIDABA ini diyakini bahwa sama dengan Yesus. Karena itu dapat dikatakan KOYEIDABA adalah Yesus.  Itu adalah keyakinan dalam suku Mee walaupun dapat dilihat pula kesamaan dan perbedaan KOYEIDABA dan Yesus.



Daftar  Pustaka

Susanto  P, S, hari,  Mitos  menurut   pemikiran  Mircea  eliad,  Kanisius  Yagjakart, 1987
 Strauss,  Claudius  Levi,  Mitos  dukun, shir,  kanisius  Jakarta
Gavin D, Costa, Mempertimbangkan  Kembali  Keunikan  Agama Kristen, Mitos  Teologi  Pluralistis  Agama-agama   Cetak 1- Jakarta: Gunung  Mulia, 2002
George  Kirch berger dan Jon, M, Prior, Yesus  Kritus  Penyelamat misi  pelayananya  di Asia.
Agus A, Alua, Gambaran makluk  ideal dalam Mitos-mitos Irian sebelum dan  sesudah  bertemu  dengan  kristus  Karya  tulis  Ilmiah
Fransiskus  Tekege  Makalah  ahkir , Mitos  Pembunuhan  Koyeidaba STFT”FT”
Bikmut  Aquino  Uropmabin, Skripsi  Mitos Awi dan  KAKA I ASE,   Suatu  dasar  Kepercayaan  suku  Ngalum
Agapa  Bosco, Skripsi:  Utoumana ,menurut  pandangan  Suku  Mee, STFT Fajar Timur, 1996.
Albertus  Jhon  Bunai: Yesus  Nota  kehidupan  dan Keselamatan  orang Mee
Yoseph Bunai, Aji  dan Mobu Skripsi: Keselamatan  inisial dan Kekal  Menurut  Pemahaman orang  Mee STFT,FT’ Jayapura 2000.
Artikel
Magda Pigome: Majalah suara Fajar Timur, Mitos Koyeidaba Berkristologi Dalam Konteks  Budaya  April  1969
Gaya Keuskupan Timika, Paham Keselamatan Budaya Mee oktober  2009



Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top