ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5




KOTEKA MOGEE
Ini Adalah Jatih Diri dan Kebutuhan Yang Paling Mendasar Bagi Orang Koteka Terutama Pegunungan Tengah Papua
Melihat dari jatih diri orang papua terutama pegunungan tengah semakin hari semakin bulan hilan satu-satu” persoalan ini saya jadi bigun mengapa bisa terjadi”
untuk budaya orang papua hilan satu-satu, karena pandangan saya boleh di kasih benarkan karena ada banyak pengarui dari budaya-budaya luar masuk kedalam papua. Sebenarnya budaya luar papua tidak terpengerui pada hal budaya luar dengan kita orang papua sendiri belum tahu dan mengadari kepada budaya kita sendiri” hanya kita orang papua tidak mengadari dan mengigat kembali keberadaan orang tua ada dimana” dan tanah tumpah darah itu dimana?” adat dan budaya yang sebenar itu yang mana” melihat dari latar belakang kehidupan dari awal ibu, bapak kita dan budaya yang sehari lakukan itu apa?” penulis hanya menjelaskan dan menegaskan bahwa budaya orang tua kita di kampung halaman di papua yang kita mencintai memakai berbahasa daerah sendiri yang lakukan tetapi dari ibu melahirkan sampai dari anak kecil kita hidup bersama dengan orang tua di kampung memakai bahasa daerah tetapi ketika kita di tinggalkan ibu, bapak di kampung lalu kita berangkat di tempat lain untuk tidur berapa bulan/berapa tahun saja kita biasanya lupa, karena itu penulis menegaskan untuk lupa budaya kita bahwa kita semacam pegelamaN hidup bersama denagan orang tua kita itu seakan-akan tidak melahir dari dalam kandungan ibu sebenarnya kita hidup dan membesarkan dengan ibu,bapak kita.
Penulis melihat perkembangan sekarang lahir besar dari kota tetang budaya denagan adat sudah tahu tetapi lahir dan besarkan dari kampong halaman sendiri belum tahu tetang budaya kampong halaman karena itu penulis sarankan bahwa mari kita mengadari bersama keberadaan orang kita papua supaya kita aktivitas apa yang biasa lakukan kita bias mencoba mengembalikan adat dan budaya kita yang hilang.

Jatih Diri orang papua yang hilan satu-satu saya rasa bisa di kasih kembalikan tetapi banyak orang asli papua sendiri tidak menyadari kepada jatih diri kita orang papua. Maka itu pastas hilan satu-satu’’ dimata saya banyak
orang yang belum memamahi jatih diri kita orang papua pada hal” jatih diri kita orang papua adalah modal dasar kehidupan bagi kita orang papua
KETERAMPILAN
Keterampilan orang papua cukup bagus di badingkan dengan tenaga mesin karena mengunakan keterammpilan memakai tenaga manusia, jaman dulu sampai sekarang mulai bekerja kerajinan tangan tidak begitu lama mereka bisa di buat dalam satu hari ‘bisa menyelesaikan
Ini ada banyak macam keterampilan orang Papua jadi tete nene moyang dulu sampai sekarang mereka menjalankan minat dan bakat masin-masin.
Owaa daa”artinya” Rumah Pagar”
Rumah
Owah/rumah ini adat tidak terlepas dari orang kote,mogee dalam kehidupan yang palin mendasar bagi khususnya pegunungan tengah, karena itu awal pertama yang membangun bukan dari tenaga mesin tetapi tenaga manusia yang mamfaatkan berbagai fasilitas yang akan membagun rumah adalah sebagai berikut:
1.Papan cincang adalah: awal mmulanya dulu tete nene moyang mereka memakai “MauMI” untuk menebang pohon lalu di potong sesuai dengan mengunakan ukuran papang di inginkan lalu di bela-belahan juga ada banyak alat yang membutukan, karena untuk bela kayu tidak tanpa alat lalu bela juga salah salah artinya bahwa ada yang kecil adajuga yang besar’ maka itu mau dan tidak mau tete nene moyang dulu mereka memakai alat bantu supaya mudah menyelesaikan sesuai dengan keingingan, dengan demikian itu tete nene moyang dulu mereka bukan menbutukan papan cicang saja tetepi mereka mempentingan bahkan bahwa mana yang lebih cocok dengan papan mana juga yang pagar memanjang
setelah di belah
2.Pagar
Pagar adalah untuk mengamankan dan mempelekan berbagai persoalan kehidupan dalam rumah tangga orang orang koteka, mogee.
maka itu kita orang Koteka, Mogee,khususnya pegunungan tengah coba kita renungkan sebentar maksud dan tujuan pagar,maksud dan tujuan pagar menurut yang penulis sendiri bahwa itu penting karena melihat dari perkembagan kehidupan dulu tete nene moyang dengan sekarang jauh beda .karena dulu berbagai persoalan yang menghadapi tetapi karna ada pagar maka persoalan apapun yang datang menganggu tidak kena orang yang hidup di dalam pagar karena pagar ini sebagai mengamankan masyarakat dan bisa di bilan pagar ini adalah seculity/satpam Karena adanya tertutup dengan pagar
maka kita orang koteka, mogee dalam kehidupan aman dan nyaman. Di bandingkan dengan sekarang dengan dulu jauh beda karena sekarang hidup bercampul aduk dengan budaya luar dari papua dan kita orang oranng koteka, mogee hidup di bahwa naugannya orang luar papua”sebenarnya punya perasaan untuk memilih adat dan budaya kita orang koteka, mogee yang sebenarnya yang mana? Itu kita sendiri tidak menyadari kehidupan kembali kepada tete nene kita dulu.kalau seandainya kita orang-orang koteka, mogee mengigat kembali keberadaan masyrakat kita di kampong halaman yang tercinta berarti tidak mungkin kita merupakan mengelilingi pagar rumah,dan aktivitas lain sehari-hari yang masyarakat kita lakukan, disini punulis saran kepada seluruh masyarakat adat

Koteka Mogee
koteka, mogeee terutama pegunungan tengah pagar ini adalah budaya mendasar bagi kita orang orang koteka, mogee.”contoh yang paling kecil adalah” kita bikin kebun lalu kita menanam ubi tidak tampah pagar, kemungkinan dekat dekat ubi masak lalu bisa saja, babi atau binatang lain masuk di tengah kebun lalu di kasih habis.setelah mereka makan habis itu binatang/babi kembali kerumah kita pemilik kebun kita menuju perkara sama punya baby, sampai masalah itu kita menyelesaikan dari kepala kampong di tempat begitu kepala kampong Tanya sama pemilik kebung” bapak punya kebun dengan pagar atau belum” jawab pemilik kebun” belum pah “ jadi untuk persoalan ini yang pemilik babinya tinggal diam saja tetapi dari kepala kampong hanya sama pemilik kebun karena maksud tujuan dari kepala kampun pokok binatang itu tidak punya pemikiran jangan perna mempersalahkan pemilik baby tetapi kita manusia punya pemikiran jadi harus bikin pagar lalu bikan kebun. Supaya kebun tersebut aman dan nyaman” penulisan menyampaikan bahwa ini bukan persoalan baby saja tetapi ada berbagai persoalan yang akan menutup jadi mau dan tidak kita orang koteka mogee bikin pagar lalu bikin kebun, dan rumah. Karena adat dan budaya menuntut.

Kayu
Kayu adalah” tidak terlepas dari kebutuhan manusia sehari-hari . Maka itu yang pemilik tanah lokasi juga tahu bahwa mana yang bisa membagun rumah mana juga yang membuat pagar, dan mengambil kayu bakar dari rumah, untuk untuk itu masyarakat kote dalam menhadapipersoalan
kegiatan apapun mengunakan, dan mamakai tenaga manusia.
 by yesaya  koteka goo

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top