ads

Nasional

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



GOOKOTEKANEWS; Dogiyai berdarah dari rimba lantaran-lantaran tabrak hingga tembak oleh militer polisi brimop terhadap rakyat pribumi Dogiyai Meepago papua, menjadi benang usut bersegi. Adalah bagian dari pelanggaram hak asasi manusia tanpa tidak sadar, manusia tidak bersalah menjadi berdarah di bajak melalui tabrak oleh oknum yang sama diatas masalah Genoside sedang di jajah diatas tanah papua sampai memutuskan masalah di kepolisian tembakan terhadap masyarakat pihak korban lagi.
Hal itu bukan masalah sepele melainkan masalah usut persegi jaringan karena militer kepolisian memihak orang yang bersalah adalah sama-sama pendatang. Akhirnya masyarakat pribumi yang belum kena dapat kena tembakan luka-luka sampai nyawa kematian. Ada apa di balik masalah Dogiyai berdarah pada tangga Selasa (06/05/2014), di nyatakan masalah persegi okum dan pasangnya.
Dogiyai Berdarah pada tanggal 06/05/2014 atas lantaran-lantaran Tabrak hingga tembak oleh militer kepolisian adalah pelanggaran, sangat bungkam di dogiyai diatas masalah-masalah di daerah garis merah dengan emosional kesimpangan antaranya.
Dengan jejak kronologisnya tabrak dan tembakan tidak menyambung masalahnya; Masyarakat Pribumi daerah Dogiyai minta pertanggung jawaban atas tabrak tetapi Polisi militer memihak pada orang oknum tabrak karena pendatang. Kerenanya masalah ini benang usut pada ujungnya Genoside rakyat kulit hitam di tanah papua.
  1. Identitas Masyarakat pribumi yang kena tabrak Truk oleh pihak pendatang di Daerah Dogiyai adalah :
  •  Nama : Yuncen Kegakoto, Umur : 18 tahun, Pemuda: Apogaugi; Dogiyai Status : Belum kawin, Pekerjaan : Petani; Kena : Patah Tulang Paha, Sebab : Tabrak Truk Pendatang- ;  Tempat : Dogiyai –Epeida jalan trans nabire- ilaga; Gejala : Mati Tempat, Hari : Selasa Jam : 06 ; 00 pagi, Pada Tanggal 06/05/2014;
  • Nama : Lazarus Anou, Umur : 20 tahun, Pemuda: Apogaugi; Dogiyai Status : Belum kawin, Pekerjaan : Petani; Kena : Perut Usus Keluar, Sebab : Tabrak Truk Pendatang; Tempat : Dogiyai –Epeida jalan trans nabire- ilaga; Gejala : Mati Tempat, Hari : Selasa Jam : 06 ; 00 pagi, Pada Tanggal 06/05/2014;
2. Identitas Masyarakat pribumi yang kena tembak oleh Militer Polisi Brimop di Daerah Dogiyai adalah :
  • Nama : Yulius Anou, Umur : 27 tahun , Sebab : Kena Tembakan, Kena : tertembak kena Kikis di dada akibat Luka terlalu dalam; Rawat Ruma sakit di RSUD Nabire
  • Nama : Anton Edowai, Umur : 28 tahun , Sebab : Kena tembakan, Kena : Tertembak kena di paha kiri Rawat Ruma sakit di RSUD Nabire;
  • Nama : Gayus Auwe, Umur : 32 tahun , Sebab : Kena Tembakan, Kena : Serpihan peluru di dada dan kaki kiri
Adalah pelaggaran HAM berat yang terjadi di kabupaten dogiyai melalui lantaran-lantaran tbarak hingga kena peluru di tembak oleh militer polisi brimop. Pada hal Tujuan mereka adalah keamanan dan pemecahan masalah secara adil dan damai ketenangan. Melainkan mereka adalah oknum tembakan atas kejadian Dogiyai berdarah dan kajian seluruh papua yang selalu terjadi penembakan.
Hal itu perlu di pertanyakan di depan mata dunia sesuai kelakuannya, kejadian daerah dogiyai  pun belur sama hal, sangat stratgis pasilitator.Dogiyai berdarah perlu di tanggung jawabkan tetapi dengan catatan bisa di perhitungkan sebagai nagian dari pelanggaran Hak asasi manusia atas membelah kebenaran masalah.  Kaca mata sesuai dengan usut grapis yang telah desain ini jaringan kerja masalah melalui lantaran-lantaran tersebut. 

yesaya koteka goo, mahasiswa papua kuliah di jogyakarta

Goo koteka

GOO KOTEKA Adalah Aktivis Hak Asasi Manusia yang Khusus Memperjuangkan Penentuan Nasib Sendiri Bagi Rakyat Papua. Melalui web ini ingin Mengaspirasikan Penderitaan Rakyat dibawah Penjajahan Kolonialisme,Kapitalisme dan Militerisme. FREEDOM WEST PAPUA.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top